HUT ke-70 Tahun, Brimob Polda Jabar Bersihkan Situs Budaya di Cirebon

Anggota Brimob Polda Jabar dan TNI tengah membersihkan salah satu kebun di area Keraton Kasepuhan Cirebon.
Anggota Brimob Polda Jabar dan TNI tengah membersihkan salah satu kebun di area Keraton Kasepuhan Cirebon.

(SuaraGratia)Cirebon – Sekitar 210 anggota Brimob Detasemen C Polda Jawa Barat membersihkan area Keraton Kasepuhan Cirebon. Dari mulai bagian depan, tengah hingga, belakang Keraton Kasepuhan disapu bersih, Selasa 20/10. Sampah berupa daun-daun kering, plastik, botol minuman ringan, bekas bungkus makanan ringan dan lainnya, dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Aksi bersih-bersih situs budaya ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati hari ulang tahun Brimob ke-70 Tahun.Wakil Kepala Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, Kompol M Syahroel mengatakan, aksi bersih-bersih situs budaya di Cirebon melibatkan unsur TNI, Satpol PP, Dinas Kebersihan, Organisasi Kepemudaan, dan Ormas.
“Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan anggota gabungan, sebanyak 210 personel,” tuturnya, Selasa 20/10.
Syahroel menyatakan, selain memelihara, memperindah, dan mempercantik situs budaya, kegiatan yang melibatkan sejumlah unsur ini merupakan salah satu cara untuk melekatkan diri antara Polisi, TNI, dan Masyarakat.
“Intinya, disamping kita menjaga kelestarian budaya juga untuk menjalin kemitraan dengan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat menjelaskan, Keraton Kasepuhan Cirebon dengan luas 25 hektar, merupakan salah satu situs bersejarah yang berdiri sejak abad ke-16. Jumlah pengurus Keraton sekitar 100 orang, sementara petugas kebersihannya hanya 15 orang.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan anggota Brimob Polda Jabar untuk memelihara kebersihan di Keraton,” katanya.
Sultan Arief mengatakan, keraton merupakan tempat tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara, oleh karenanya kelestarian, keindahan situs budaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
“Keraton menjadi tempat tujuan wisata harus terlihat bersih, indah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, petugas kebersihan yang jumlahnya hanya 15 orang dirasa kurang untuk membersihkan area keraton yang begitu luas, bahkan walaupun sudah dibersihkan tetap saja masih ada sampah dedaunan.
“Paling tidak kita harus punya tenaga kebersihan sebanyak 50 orang. Di dalam keraton dengan luas 25 hektar ada 6 taman dan dua Gunung yaitu Gunung Indrakila dan Gunung Srindil. 15 orang hanya bisa mengcover bagian depannya saja,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s