Polisi Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Jambret Hingga Tewas

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara twasnya Suwadi.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara twasnya Suwardi.

(Suara Gratia)Cirebon – Pasca peristiwa pengeroyokan dan pembakaran Suwardi (30 tahun), pria yang diduga pelaku penjambretan kalung emas sepuluh gram di Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, polisi menahan seorang tersangka, Wr, Jumat 23/10.
Penangkapan Wr tidak berjalan mulus, pasalnya warga menolak keras, situasi pun memanas. Bahkan, selain Wr petugas telah mengidentifikasi enam pelaku lainnya.
Berdasarkan informasi, Wr sendiri diamankan polisi Kamis (22/10) malam. Pasca penangkapan, sejumlah warga menuntut pembebasan Wr. Jika Wr harus ditahan, warga mendesak seluruh orang yang terlibat pengeroyokan dan pembakaran Suwardi juga ikut ditahan.Untuk menghindari hal tak diinginkan yang timbul dari reaksi warga yang menolak penangkapan itu, petugas Brimob Polda Jawa Barat dan Polair disiagakan di Kantor Desa Kapetakan. Mengingat lokasi pembakaran terhadap Suwardi, Kamis (22/10) siang kemarin, masuk Desa Kapetakan.
Salah seorang warga, Walim meminta pelaku diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada keluarga Suwardi.
“Setelah Wr dan pelaku lainnya bersiaturahmi ke keluarga Suwardi, silahkan polisi menegkkan hukum sebagaimana yang berlaku,” katanya.
Warga lainnya, Wawan mempertanyakan penahanan Wr, karena menurutnya, dari informasi yang beredar, pembakaran terhadap Suwardi dilakukan beramai-ramai sehingga seluruh pelaku seharusnya ditangkap.
“Warga resah, karena yang membakar jambret itu kan ramai-ramai. Tapi kenapa yang ditangkap hanya satu orang,” ujarnya.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Sulistyo Basuki menegaskan, Wr serta pelaku lain yang telah diidentifikasi tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dia pun menyesalkan tindakan warga yang main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa orang lain.
“Saya sudah perintahkan Kapolsek Kapetakan mewakili masyarakat mendatangi keluarga Suwardi. Kami juga mempersilahan warga yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga Suwardi, tapi itu tak akan menghapus proses hukum yang berjalan,” tegasnya, Jumat 23/10.
Selain menyesalkan tidak adanya warga yang menghentikan pengeroyokan dan pembakaran itu, pihaknya juga menyayangkan ketiadaan keterlibatan perangkat desa dalam mengupayakan pencegahan main hakim sendiri.
“Saat kejadian, tidak ada warga yang sadar dan menghentikan pengeroyokan serta membawa pelaku ke kantor desa. Perangkat desa juga tidak ada yang menghentikan kejadian ini sampai akhirnya Suwardi meninggal setelah dibakar,” katanya.
Dia pun meyakinkan akan menindak tegas warga siapapun yang melanggar hukum, termasuk tindakan untuk melumpuhkan pelaku yang melawan hukum.
“Apapun yang diminta warga, maaf, saya tak bisa penuhi karena pertanggung jawaban hukum ada pada diri sendiri. Kami (polisi) kemari untuk menunjukkan proses penegakan hukum itu seperti ini, bukan dengan main hakim sendiri. Kalau anarkis, saya sikat,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Suwardi diduga sebagai pelaku penjambretan kalung sepuluh gram milik Casmi, warga Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan. Suwardi, warga Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan itu tewas dikeroyok dan dibakar massa.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s