Peringati 1 Muharam, Keraton Kacirebonan Sajikan Bubur Sura

Sebelum menikmati bubur sura, Sultan Kacirebonan, Abdul Gani Natadingrat (tengah) berdoa bersama keluarga dan kerabat keraton.
Sebelum menikmati bubur sura, Sultan Kacirebonan, Abdul Gani Natadingrat (tengah) berdoa bersama keluarga dan kerabat keraton.

(Suara Gratia)Cirebon – Di hari ke sepuluh setelah tahun Baru Islam 1437 Hijriyah Keraton Kacirebonan mengadakan syukuran. Dalam syukuran ini terdapat makanan khas yang dibuat khusus hanya pada bulan Suro (Bulan menurut penanggalan Jawa) yakni Bubur Sura. Bubur Sura terbuat dari beras dicampur dengan 21 bumbu dan 20 jenis lauk.
Proses pembuatan bubur sura cukup panjang yakni memakan waktu hingga tiga hari. Sebelum menikmati Bubur Sura, Sultan, keluarga keraton, abdi dalem, dan wargi keraton melakukan doa bersama.Ratu Keraton Kacirebonan R.A.M Beda Sastrawidjaya Natadiningrat menjelaskan, bubur sura dibuat oleh wanita dari keluarga keraton dalam proses pembuatannya mereka harus puasa selama tiga hari.
“Selama proses pembuatan bubur sura, kami puasa tiga hari. Sambil puasa kami mengumpulkan bahan-bahannya,” katanya, Sabtu 23/10.
Karena terbuat dari berbagai macam bahan dan bumbu, imbuh Ratu, bubur sira penuh dengan aneka rasa.
“Di dalam buburnya ada campuran ubi, singkong, jagung, dan talas. Lauknya ada 20 macam seperti telur dadar, santan, jeruk bali, delima, sambal kentang, tempe goreng, daun kemangi, dan lain-lain,” terangnya.
Sultan Keraton Kacirebonan, Abdul Gani Natadiningrat mengatakan, dalam perjalanannya Keraton Kacirebonan mengalami berbagai kesulitan dan tantangan. Bubur Sura sendiri, lanjut Sultan, merupakan simbol perjuangan dalam kesederhanaan.
“Keraron ini mengalami berbagai peristiwa. Bubur sura merupakan wujud syukur kami karena berhasil melewati peristiwa, sehingga menjadi Keraton yang kokoh,” terangnya.
Sebelum menikmatinya, Sultan beserta keluarga dan kerabat keraton mengadakan doa bersama.
Ia pun berharap, moment istimewa ini dijadikan untuk introspeksi dan mawas diri.
“Semoga tingkah laku kita di tengah masyarkat semakin baik. Dan kita juga berdoa untuk bangsa ini agar dijauhkan dari bencana, serta dapat segera keluar dari masa-masa sulit,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s