Cirebon Jadi Tuan Rumah Festival Gotrasawala

(Dari kir ke kanan) Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, dan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, saat membuka Festival Gotrasawala di Taman Gua Sunyaragi.

(Dari kir ke kanan) Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, dan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, saat membuka Festival Gotrasawala di Taman Gua Sunyaragi.

(Suara Gratia)Cirebon – Pagelaran Gotrasawala yang ke-3 dipusatkan di Cirebon.  Cirebon sebagai bagian dari wilayah Jawa Barat yang kaya seni dan budaya pun megerahkan selurh potensinya memeriahkan acara yang digelar dari tanggal 30 Oktober – 01 November 2015 itu. Festival Gotrasawala sendiri secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Taman Gua Sunyaragi Cirebon, yang dilanjutkan dengan pagelaran seni.

Dalam sambutannya Deddy Mizwar mengatakan, peristiwa pertemuan agung di abad ke-17 yang diprakarsai Pangeran Wangsakerta merupakan tonggak sejarah diadakannya Festival Gotrasawala di Cirebon.“Kita melihat peristiwa di abad ke-17 lalu, dimana seluruh tokoh baik sejarawan maupun budayawan di nusantara berkumpul di Cirebon untuk membicarakan masalah-masalah kebuadayaan dan peradaban manusia pada saat itu. Oleh karena itu, Cirebon merupakan tempat yang strategis untuk membangun peradaban dunia,” katanya, Jumat 30/10 malam.
Ia melanjutkan, Festival Gotrasawala akan menyuguhkan berbagai potensi seni dan budaya serta kuliner di Jawa Barat seperti tari topeng, kesenian sampyong, lukisan kaca, batik, gembyung, dan lainnya.
“Festival Gotrasawala menampilkan kesenian yang dikemas dalam pertunjukkan budaya tradisional dan dipadu dengan unsur modern. Karena di dalamnya terlibat seniman lokal dan internasional,” terangnya.
Dia berharap, seni budaya di Jawa Barat dan Cirebon khususnya tidak tergerus oleh arus modernisasi, karena menurutnya, perkembangan pembangunan di wilayah Timur Jawa Barat sangat pesat. Hal itu terlihat dari mulai dioperasikannya Bandara Internasional di Majalengka tahun 2017 mendatang, dibukanya jalan tol Cipali, pembangunan jalan tol Cisumdawu, dan perluasan Pelabuhan Cirebon.
“Masyarakat Cirebon harus siap menghadapi modernisasi dengan kembali kepada nilai-nilai budaya kita,” imbuhnya.
Ia pun mendorong para seniman dan budayawan untuk berperan optimal dalam penyelenggaran kegiatan budaya.
“Peranan budayawan dan seniman sangat diharapkan utnuk menggelar kegiatan di wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Sehingga kegiatan seni budaya lebih banyak lagi,” ujarnya.
Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat maupun Provinsi, karena Cirebon dipercaya sebagai tempat diadakannya pagelaran budaya nusantara.
“Atas nama warga Cirebon kami mengucapkan terima kasih,” katanya.
Ia berharap, Cirebon yang memiliki peradaban budaya sejak 600 tahun lalu ini menjadi pusat perkembangan budaya, seni dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.
“Saya berharap pagelaran Gotrasawala menjadi pintu masuk berbagai ide untuk meningkatkan kebudayaan Cirebon dan berdampak positif bagi industri kreatif,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s