Keraton Kasepuhan Cirebon Pamerkan Baju Putri Ong Tien

Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat memperlihatkan baju Ong Tien Nio di Bangsal Pringgandani.
Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat memperlihatkan baju Ong Tien Nio di Bangsal Pringgandani.

(Siara Gratia)Cirebon – Keraton Kasepuhan Cirebon pamerkan benda pusaka, salah satunya adalah baju putri Ong Tien Nio, Minggu 1/11. Koleksi pakaian istri Sunan Gunungjati yang berasal dari Tiongkok itu merupakan salah satu andalan rangkaian kegiatan Festival Gotrasawala di Cirebon, yang digelar sejak tanggal 30 Oktober 2015 sampai 01 Nopember 2015.
Sekilas pakaian yang sudah berusia 600 tahun itu terlihat biasa saja tidak berbeda dengan pakaian batik yang dijual di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, warna dan coraknya masih terlihat cerah, bagus, dan kaya warna.Pakaian yang dipakai untuk aktivitas sehari-hari sang putri tersebut, terdiri dari dua potong baju, satu celana pendek selutut dan sepotong kain panjang yang dimasukan dalam empat kotak kaca berukuran 60 cm X 40 cm X 10 cm.
Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat menjelaskan, baju Putri Ong Tien Nio yang menjadi salah satu pusaka keraton terdiri dari satu baju merah muda lengan panjang bermotif kembang-kembang besar, satu baju merah muda tanpa lengan dengan motif kembang kecil-kecil, satu celana pendek warna merah marun bermotif batik mega mendung dan kain panjang batik warna biru dan putih.
“Walaupun terlihat masih bagus tapi kalau diperhatikan lebih teliti di beberpa bagian bajunya bolong-bolong karena sudah rapuh. Untuk menghindari dari kerusakan pakaian ini ditempatkan di atas kertas tisu anti asam,” katanya, Minggu 1/11.
Selain koleksi baju milik putri Ong Tien Nio, Sultan melanjutkan, di Bangsal Pringgandani ini juga dipamerkan baju panglima perang berusia 600 tahun.
“Untuk alasan keamanan baju-baju bersejarah ini kami perlihatkan kepada masyarakat selama satu jam, yaitu dari pukul 10.00 – 11.00,” imbuhnya.
Menurut Sultan, meski Putri Ong Tien sudah menjadi istri Sultan Kasultanan Cirebon, Putri Ong Tien tetap diijinkan mengenakan baju-baju yang dibawanya dari Tiongkok.
“Desain mode baju yang dikenakan Putri Ong Tien otomatis yang menjadi tren mode baju putri di Tiongkok saat itu,” tuturnya.
Untuk tetap melestarikan puluhan baju bersejarah termasuk jubah milik Sunan Gunungjati, Keraton Kasepuhan menjalin kerja sama dengan Museum Tekstil DKI Jakarta.
Menurut Sultan Arief, bukti baju-baju peninggalan Putri Ong Tien dengan desain mode baju dan motif asli Tiongkok semakin menguatkan sejarah panjang akulturasi budaya dan pembauran yang sukses di Cirebon sejak ratusan tahun lalu.
Namun untuk lebih bisa menguatkan keterangannya, Arief berharap ada penelitian dari sejumlah pakar antardisiplin ilmu, antropolog, desainer, sejarawan dan lainnya, untuk mengungkapkan dalam berbagai aspek keilmuan.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s