Mahasiswa Jakarta Belajar Dokumentasi Budaya di Keraton Kanoman Cirebon

Juru bicara Keraton Kanoman Cirebon (depan) tengah memaparkan potensi seni dan budaya Keraton dihadapan puluhan mahasiswa di Bangsal Paseban.
Juru bicara Keraton Kanoman Cirebon (depan) memaparkan potensi seni dan budaya Keraton dihadapan puluhan mahasiswa di Bangsal Paseban.

(Suara Gratia)Cirebon – Puluhan Mahasiswa dari Cirebon dan Jakarta mendatangi Keraton Kanoman Cirebon. Melalui seminar yang digelar di Bangsal Paseban Keraton Kanoman ini, mereka menggali potensi kemaritiman dan pendokumentasian seni, budaya, dan benda-benda bersejarah.
Juru bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Arimbi menuturkan, Keraton Kanoman dekat sekali dengan pantai, peninggalan kemaritiman di kesultanan kanoman erat kaitannya dengan dunia maritim.“Letak geografis Keraton Kanoman dekat dengan pantai, sehingga mempengaruhi bentuk seni budaya dan cara hidup masyarakatya,” katanya, Rabu 4/11.
Menurutnya, seminar ini merupakan suatu bentuk kepedulian kaum pelajar akan kekayaan budaya, ia pun berharap pelajar, mahasiswa dan masyarkat tidak melupakan akar budayanya sehingga kearifan lokal tetap terjaga.
“Pelatihan atau seminar ini semoga semakin mendekatkan kita pada akar budaya, agar masyarakat tetap menjaga dan menghargai kearifan lokal,” imbuhnya.
Salah satu pemateri dalam seminar, Lily menyampaikan, sesuatu yang didokumentasikan perlu ada pemahaman sehingga objek yang didokumentasikan dapat menggambarkan atau menceritakan sejarah.
“Pendokumentasian budaya harus memperhatiakn sudut yang diambil dari objek tersebut, sehingga orang yang melihat mengerti sejarahnya,” katanya.
Di Cirebon sendiri, lanjutnya, banyak yang bisa disokumentasikan mulai dari budaya, kegiatan masyarakat, batik, dan lainnya.
“Pendokumentasian budaya tidak mudah karena jangan sampai proses dokumentasi ini mengganggu kebudayaan itu sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan, di era serba modern ini media untuk mendokumentasikan suatu objek budaya sangat banyak dan mudah di dapatkan.
“Di jaman modern ini masyarakat dimudahkan oleh teknologi, pakai kamera handphone saja sudah bisa mendokumentasikan suatu objek. Dan mereka bisa meng-up loadnya ke beberapa media sosial,” katanya.
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia Fakultas Pengetahuan Budaya, Ali Akbar mengatakan, potensi budaya di Cirebon belum terdokumentasikan dengan baik, sehingga masyrakat luar Cirebon masih banyak yang belum mengenal seni dan budaya di Cirebon.
“Masyarakat Cirebon belum memanfaatkan internet dengan maksimal untuk mempromosikan potensi daerahnya,” ujarnya.
Ali melanjutkan, padahal Cirebon memiliki potensi seni dan budaya yang kuar biasa.
“Setelah saya melihat pemaparan dari Ibu Ratu Arimbi, ternyata seni dan budaya di Cirebon tidak kalah dengan Yogyakarta,” katanya.
Ia berharap, dengan kecanggihan teknologi saat ini masyarakat dapat mendokumentasikan potensi budaya Cirebon dengan baik.
“Orang luar ingin sekali mengetahui potensi di Cirebon. Seperti kita-kita ini datang dari Jakarta ingin mengetahui dan mengenal budaya Cirebon lebih dekat,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s