Tanggulangi Penyebaran HIV-AIDS Pemkot Cirebon Gandeng Kaum Remaja

Pelatihan Peranan Remaja Dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Cirebon.
Pelatihan Peranan Remaja Dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Remaja merupakan kekuatan terdepan dalam pencegahan HIV-AIDS. Karena, mereka merupakan orang-orang yang paling dekat dengan lingkungan masyarakat, sekaligus mereka adalah  orang yang paling rentan menjadi korban penyebaran AIDS. Hal ini terungkap dalam pelatihan Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Balai Kota Cirebon, Jumat 6/11.
Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati, orang yang terinfeksi HIV-AIDS di Kota Cirebon hingga tahun 2015 ini jumlahnya mengalami peningkatan.“Sampai tahun 2014 orang yang terinfeksi AIDS di Kota Cirebon sebanyak 674 sedangkan tahun 2015 mencapai 690-an orang, dari jumlah itu dua orangnya adalah ibu hamil. Yang meninggal sebanyak 55 orang, sebagian besar yang meninggal adalah usia produktif sedangkan usia 60-an tahun hanya dua orang,” katanya, Jumat 6/11.
Sri melanjutkan, peranan remaja dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran AIDS sangat dibutuhkan karena sebagian besar yang terinfeksi adalah remaja di usia produktif yakni usia dari 15 sampai 38 tahun.
“Penderita AIDS kebanyakan di usia produktif sebanyak 60 persen,” imbuhnya.
Ia berharap, melalui pelatihan ini kaum remaja di Kota Cirebon dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan AIDS.
“Dengan pelatihan ini remaja dapat mensosialisasikan pencegahan HIV-AIDS di lingkungan terdekat mereka. Kemudian teman-teman remaja ini melakukan maping mengenai orang-orang yang beresiko dan melaporkannya kepada pemerintah,” terangnya.
Menurutnya, penyebaran HIV-AIDS di Kota Cirebon sejak tahun 2009 hingga 2014 sudah berubah yakni dari jarum suntik ke perilaku sex berisiko.
“Saat ini penularan AIDS sudah bergeser dari jarum suntik ke perilaku sex berisiko atau hubungan sex sesama jenis,” ungkapnya.
Oleh karenanya, ia mengimbau kepada calon pengantin untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Bahkan untuk mencegah penyebaran AIDS di lingkungan keluarga, pihaknya sudah melakukan MoU dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Puskesmas.
“Untuk layanan pemeriksaan HIV-AIDS kita ada di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungjati dan 5 Puskesmas,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s