Kota Cirebon Juara 3 Angka Terendah Kematian Ibu dan Bayi di Jawa Barat

Seminar dan talkshow dalam rangka memperingati HUT IBI ke-64 tahun Tingkat Kota Cirebon.
Seminar dan talkshow dalam rangka memperingati HUT IBI ke-64 tahun Tingkat Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kehadiran sang buah hati dalam rumah tangga adalah sesuatu yang paling dinantikan bagi pasangan suami istri. Beberapa upaya pun dilakukan demi hadirnya sang buah hati. Dari mulai pengobatan tradisional, metode modern, dan program kehamilan pun dijalani. Namun, kurangnya pengetahuan merawat ibu dan bayi baik dari mulai masa kandungan sampai melahirkan, akan berakibat fatal. Kematian ibu dan bayi menjadi hal yang menakutkan bagi pasangan suami istri. Untuk memperkecil angka kematian ibu dan bayi dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-64 tahun, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Cirebon mengambil tema “Mengawal 280 hari Kehamilan Menuju 1000 hari Pertama Kehidupan”, Sabtu 14/11.Menurut, Ketua IBI Kota Cirebon Hj Endang Setianingsih, masyarakat masih memandang persalinan adalah saat yang menakutkan, menegangkan, mencemaskan, menyakitkan, dan peristiwa medis yang berisiko.
“Di usia IBI ke-64 tahun, para bidan memiliki tantangan yang tidak mudah, bagaimana merubah paradigma masyarakat yaitu, persalinan adalah puncak dari peristiwa menggembirakan, suka cita, penuh cinta yang telah lama ditunggu, dan peristiwa religius yang mengandung nilai spiritual dan moralitas,” katanya, Sabtu 14/11.
Ia mengatakan, proses persalinan sangat membutuhkan peran orang-orang terdekat baik suami, keluarga, ayah atau ibu untuk memberikan semangat dan yang paling penting adalah menekan angka kematian ibu dan bayi.
“Kunci sukses dalam persalinan adalah sang ibu merasa aman, nayaman, dan dicintai. Sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Dr Edy Sugiarto mengatakan, Kota Cirebon menjadi Kota ke-3 terbaik di Jawa Barat karena memiliki angka terendah kematian ibu dan bayi yaitu sebanyak 3 kasus.
“Kita 3 terbaik di Jawa Barat, mudah-mudahan ini bertahan,” ungkapnya.
Menurutnya, penyebab kematian ibu dan bayi yang paling banyak adalah karena pendarahan, infeksi, anemia, penyakit jantung, dan ibu hamil yang kurang gizi.
“Penyebab kematian ibu dan hamil sering kali tidak dapat diprediksi, tetapi pola penyebabnya tetap sama yaitu pendarahan dan infeksi,” katanya.
Edy melanjutkan, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi pendampingan kepada ibu hamil hingga dukungan dalam proses melahirkan sangat penting.
“Pengetahuan ibu hamil dan suami siaga harus digerakkan maskimal,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s