Burung Endemis Indonesia Jumlahnya Menghawatirkan

Sekjen PKBSI Tony Sumampau saat menjadi pemateri dalam workshop Orientsi Wartawan Konservasi Alam di Taman Safari Indonesia.
Sekjen PKBSI Tony Sumampau saat menjadi pemateri dalam workshop Orientsi Wartawan Konservasi Alam di Taman Safari Indonesia.

(Suara Gratia)Bogor – Indonesia memiliki 1.666 jenis burung yang menempatkan Indonesia sebagai nomor empat terbanyak di dunia. Lebih menakjubkan lagi 416 jenis diantaranya merupakan jenis endemis yang membuat Indonesia berada di posisi nomor satu di dunia dalam hal keanekaragaman jenis burung endemis. Namun sayangnya jenis burung yang kita miliki semakin terancam keberadaannya.
Saat ini tetdapat 146 jenis burung yang terancam punah. Selain karena rusaknya habitat burung ancaman kepunahan lainnya adalah penangkapan, perdagangan serta penyelundupan burung terutama jenis-jenis eksotis. Hal ini terungkap dalam workshop Orientasi Wartawan Konservasi Alam di Taman Safari Indonesia, Bogor Jawa Barat yang diselenggarakan Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI), Sabtu 21/11.Salah satu pemateri, Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Tony Sumampau mengatakan, saat ini terdapat 10 prioritas burung yang membutuhkan perhatian khusus konservasi yaitu beo nias, jalak bali, jalak putih, jalak suren, murai batu medan, cucak rawa, tektek keling, poksai kuda, poksai sumatra, dan anis.
Menurutnya, memelihara burung sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia, hal ini mengakibatkan pengambilan burung kicau di alam semakin meningkat.
“Dikhawatirkan pengambilan di alam begitu besar,” katanya, Sabtu 21/11.
Sementara, menurut Kanit V Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes POLRI AKBP Sugeng Irianto, omzet penjualan satwa liar termasuk burung kicau masuk dalam urutan ketiga setelah narkoba dan human traficking.
“Jumlah kerugian negara akibat penyelundupan hewan liar tidak ada angka pasti, karena dari anakan hingga dewasa harganya berbeda,” ujarnya.
Ia mengatakan, maraknya penyelundupan hewan liar ke luar negeri karena masyarakat tergiur dengan harga yang tinggi.
“Untuk burung kicau di Indonesia harganya Rp 500 ribu di luar negeri bisa dijual dengan harga Rp 5 juta,” terangnya.
Sugeng melanjutkan, kasus perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi tidak ada matinya, karena itu pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat untuk menekan angka penyelundupan hewan endemik Indonesia.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi dari para pecinta hewan, penangkar, dan masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya.
Salah satu peserta workshop dari komunitas pecinta burung “Kicau Mania”, Giri Prakosa mengungkapkan, perlombaan burung kicau di Indonesia sudah menjadi Industri bahkan perputaran uangnya mencapai triliunan Rupiah.
“Perlombaan burung dari segi ekonomi tidak kalah dengan bisnis lain,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s