Hadapi Pemilu, KPU Kota Cirebon Ajak Masyarakat Menjadi Pemilih Cerdas

Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani (ketiga dari kiri) saat menghadiri Media Gathering.

Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani (ketiga dari kiri) saat menghadiri Media Gathering.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemungutan suara serentak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tersebut untuk memilih kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2015 dan bulan Januari sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Di Indonesia terdapat 9 Provinsi, 36 Kota, dan 224 Kabupaten yang mengadakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015.

Sementara Jawa Barat terdapat 8 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Kota Cirebon sendiri akan melaksanakan Pilkada pada tahun 2018 mendatang, setelah 3 Kabupaten/Kota di Jawa Barat lainnya yakni, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi pada Februari 2017.Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Emirzal Hamdani mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat Kota Cirebon terhadap beberapa Pemilu/Pemilukada terakhir cenderung mengalami penurunan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” tandasnya, ditemui usai sosialisasi rangkaian pelaksanaan Pemilihan Umum kepada sejumlah media, Rabu 2/12.
Emir menjelaskan, sikap apatis masyarakat terhadap Pemilu/Pemilukada bukan karena mereka tidak mengerti atau lupa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tetapi karena mereka kecewa terhadap sikap pemimpin yang dipilihnya tidak sesuai dengan janji-janjinya pada saat kampanye.
“Masyarakat sudah antipati, sudah jemu, sudah muak melihat hasil pemilu. Tingkah laku kepala daerah terpilih hanya sebatas janji semata. Oleh karena itulah masyarakat enggan memberikan hak suaranya,” terangnya.
Emir menghimbau, masyarakat harus cerdas dalam menggunakan hak suaranya jangan sampai berpikiran pragmatis karena akan menghasilkan pemimpin yang berpikiran pragmatis.
“Masyarakat juga jangan mau disuap, hanya karena diberikan uang maka ia memilih pemimpin yang tidak sesuai pilihannya. Hasil dari Pemilu itu akan menjalankan pemerintahan di kemudian hari,” katanya.
Ia berharap, seluruh elemen yang terlibat dalam rangkaian proses Pemilu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pemilihan berjalan dengan baik dan partisipasi masyarakatpun meningkat.
“Para peserta pemilu diharapkan tidak terfokus untuk mngumpulkan suara saja, tetapi mari kita bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan mereka memilih sesuai dengan hati nurani,” tuturnya.
Sementara, Divisi Umum Rumah Tangga Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi KPU Kota Cirebon, Dita Hudyani mengatakan, partisipasi masyarakat terhadap pemilu tidak hanya datang dan mencoblos di TPS saja, melainkan masyarakat harus mengikuti seluruh rangkaian tahapan pemilu oleh KPU.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam seluruh rangkaian proses Pemilu. Sehingga Pemilu ini dapat menghasilkan pemimpin yang amanah sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.(Frans C Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s