Pasar Malam Muludan Beromzet Puluham Miliar

Pengunjung melihat-lihat sejumlah dagangan di pasar malam Muludan.
Pengunjung melihat-lihat sejumlah dagangan di pasar malam Muludan.

(Suara Gratia)Cirebon – Sejak sepekan ini area Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan dipenuhi ribuan pedagang dan penjual jasa berbagai jenis permainan. Pasar malam Muludan yang digelar tiap tahun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari luar daerah Cirebon. Karena pengunjung bisa memanfaatkan arena pasar malam Muludan sebagai tempat wisata kuliner, edukasi, dan wisata belanja. Karena barang-barang dan jasa yang ditawarkan harganya lebih murah dibanding tempat lainnya.

Sebut saja, pakaian, peralatan rumah tangga, arena bermain anak, hingga jajanan pasar, semuanya tersedia dari pagi hingga malam hari. Pengunjung akan mengalami peningkatan pada sore hingga malam. Selain itu, pengunjung juga bisa berwisata ke empat keraton yang ada.Selama sebulan, pedagang akan membuka lapak di pasar malam yang rutin digelar sejak ratusan tahun lalu itu. Pasar malam akan berakhir pada 24 Desember mendatang, di Keraton Kasepuhan dan Kanoman.
Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, pasar malam Muludan merupakan bazar terbesar dan terlama di Jawa Barat bagi usaha kecil dan menengah. Omzet penjualannya pun mencapai Rp 20 miliar.
“Perkiraan omzet selama sebulan Rp 20 milia,” katanya, Senin 7/12.
Arief berharap, dengan dioperasikannya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan bersamaan dengan musim liburan sekolah, liburan Natal dan Tahun Baru, pengunjung muludan memgalami kenaikan hingga 100 persen.
“Rata-rata pengunjung selama sebulan mencapai 100 ribu orang, mudah-mudahan muludan sekarang bisa sampai 200 ribu orang,” katanya.
Sementara, selama berlangsungnya pasar malam muludan, Keraton Kasepuhan memberikan diskon sampai 50 persen untuk tiket masuk ke keraton.
“Tiket masuk ada yang Rp 15.000 dan Rp 20.000, tapi selama muludan tiket masuk disamakan menjadi Rp 10.000,” imbuhnya.
Salah seorang pedagang, Wakiah (66 tahun) yang sudah 20 tahun berjualan berharap tahun ini pengunjung meningkat.
“Desember ini kan masuk musim hujan, semoga pengunjung tetap banyak dagangannya tambah laris,” katanya.
Dalam kondisi hari biasa, sehari Wakiah bisa menjual 50 kg manisan pepaya dengan harga jual Rp 40.000 per kg. Kalau akhir pekan bisa sampai 100 kg.
“Kalau pas malam puncak Muludan atau pelal, biasanya sampai 200 kg,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s