Petugas Dishubinkom Indisipliner Dilaporkan ke Polisi

Uli Jajuli (kanan) dan Kuasa Hukumnya Qoribullah SH dari kantor hukum Gunady Rasta and Partners.
Uli Jajuli (kanan) dan Kuasa Hukumnya Qoribullah SH dari kantor hukum Gunady Rasta and Partners.

(Suara Gratia)Cirebon – Seorang petugas Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom) Kota Cirebon dilaporkan ke polisi oleh Kepala Satuan Pengamanan AKMI Suaka Bahari Cirebon, Uli Jajuli. Pasalnya, petugas Dishub berinisial YM yang berpakaian dinas bersama lima orang rekannya yang berpakaian sipil memasuki instansi pendidikan tanpa izin. Aksi masuk paksa ini terjadi di area AKMI Suaka Bahari, mereka menerobos masuk area kampus sempat dicegah satpam namun usaha itu gagal karena mereka tetap saja menerobos, bahkan sempat terjadi adu mulut.
Melalui kuasa hukumnya Qoribullah SH, Uli Jajuli menuntut agar petugas Dishubinkom yang melakukan tindakan indisipliner tersebut diberi sanksi tegas.
“Selasa (5/1) kemarin kami sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, dengan nomor surat laporan STBL/04/I/2016/JABAR/RES CRB,” katanya, Rabu 6/1.Menurut Uli, kedatangan petugas Dishubinkom ke Kampus AKMI Suaka Bahari ingin menyampaikan aspiraniya yakni menuntut Direktur AKMI Suaka Bahari, Asep Rahmat untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak becus dalam memajukan kampus tersebut baik dari segi prestasi maupun jumlah mahasiswa, dan penggantinya diminta dari alumni.
“Mereka alumni yang punya kepentingan. Datang ke kampus masuk tanpa izin dan menerobosa pos keamanan, menuntut direktur AKMI Suaka Bahari mundur dari jabatannya. Sedangkan, untuk masa jabatan Direktur pihak kampus memiliki mekanismenya sendiri,” terangnya.
Pihaknya pun mempertanyakan kinerja YM sebagai petugas Dishubinkom, karena peristiwa penerobosan itu terjadi saat jam kerja sekitar pukul 11.00 wib, terlebih AKMI Suaka Bahari saat itu sedang mengadakan ujian.
“Kejadiannya pada saat jam kerja dan di kampus sedang ada ujian. YM masuk pakai seragam dinas sedangkan yang lainnya berpakaian sipil,” ungkapnya.
Sementara, Qorib meminta kepada Pemerintah Kota Cirebon khususnya Kepala Dishubinkom, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pegawinya.
“Kami sudah mengirimkan surat kepada Wali Kota Cirebon, namun belum ada respon,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s