Wali Kota Cirebon Tolak Refrendum

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, tengah memberikan keterangan kepada awak media terkait warga Pilang Setrayasa yang akan melaksanakan refrendum.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, tengah memberikan keterangan kepada awak media terkait warga Pilang Setrayasa yang akan melaksanakan refrendum.

(Suara Gratia)Cirebon – Warga Pilang Setrayasa menolak putusan Gubernur Jawa Barat, wilayah yang berada di Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon. Pasalnya, sudah 30 tahun lebih yakni sejak tahun 1983 warga setempat merasa nyaman berada di wilayah administrasi Pemerintah Kota Cirebon.

Ketua RW 10 Pilang Setrayasa Rasdiman mengatakan, warga setempat keberatan setelah Gubernur Jabar memutuskan wilayah Pilang Setrayasa masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon.“Adanya keputusan yang sudah ditndatangani Wali Kota dan Bupati Cirebon, yang memasukkan Pilang Setrayasa ke wilayah Kabupaten Cirebon, membuat warga resah. Karena, selama ini administrasi kependudukannya terdaftar di Kota Cirebon,” tuturnya.
Ia melanjutkan, warga pun berniat mengusulkan kepada Wali Kota untuk melaksanakan refrendum (jajak pendapat) dan memberikan kesempatan kepada warga untuk memilih menjadi penduduk Kabupaten atau Kota Cirebon.
Mengenai usulan refrendum ini Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis angkat bicara. Menurutnya, refrendum bukan jalan keluar terbaik karena hasil dari jajak pendapat itu tidak adil.
“Menurut saya jalan keluar melalui refrendum itu tidak baik karena jelas hasilnya akan menguntungkan Kota Cirebon,” katanya, Senin 11/1.
Ia pun meyakini jika refrendum itu dilaksanakan maka warga Pilang Setrayasa akan memilih menjadi penduduk Kota Cirebon, karena lokasinya lebih dekat ke Kota Cirebon fasilitas sarana dan prasarananya pun lebih banyak di Kota Cirebon.
“Saya yakin dengan kondisi yang ada sekarang ini warga Pilang Setrayasa lebih memilih menjadi penduduk Kota Cirebon. Refrendum akan memberikan kesan tidak baik kepada Pemerintah Kota Cirebon, karena hasilnya sangat tidak adil,” ujarnya.
Namun, Azis melanjutkan, hal ini akan berbeda hasilnya jika warga setempat mengusulkan kepada Bupati, Gubernur atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar wilayah itu masuk ke Kota Cirebon
“Sambil berjalan warga yang masih mencintai Kota Cirebon mengusulkan permohonan kepada Bupati, Gubernur atau Kemendagri, agar tetap menjadi warga Kota Cirebon,” katanya.
Ia menjelaskan, ada dua solusi terkait batas wilayah yaitu, pertama adalah wilayah Pilang Setrayasa masuk Kota Cirebon sementara wilayah Jl. Cipto Mangunkusumo belakang Cirebon Super Block (CSB) diserahkan ke Kabupaten, yang kedua adalah wilayah Jl. Cipto Mangunkusumo masuk Kota Cirebon sedangkan Pilang Setrayasa diserahkan ke Kabupaten Cirebon.
“Yang diambil adalah pilihan kedua. Saya tinggal melaksanakannya saja, karena itu merupakan solusi dari Kemendagri melalui Pemprov Jabar. Keputusan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” terangnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s