Pelaku Bom Sarinah ini Jenazahnya Ditolak Warga Indramayu

Warga Indramayu memasang sepanduk sebagai bentuk kesepakatan menolak jenazah teroris.
Warga Indramayu memasang sepanduk sebagai bentuk kesepakatan menolak jenazah teroris.

(Suara Gratia)Indramayu – Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal, Ahmad Muhazan diduga pelaku bom bunuh diri di dalam Starbucks, Sarinah Jakarta Pusat. Karena ditemukan ciri -ciri luka khas di perut hinggadada akibat pusat ledakan.

Ahmad Muhazan warga Desa Kedungwungu Kabupaten Indramayu, masuk dalam daftar terduga teroris yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya.
Menyikapi hal ini, sejumlah warga Desa Kedungwungu Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramyau, bereaksi keras dengan menolak janazah Muhazan dikebumikan di daerahnya. Menurut tokoh masyarakat Desa Kedungwungu Nasrullah, Azan telah melakukan tindakan melawan pemerintah dan tidak sesuai dengan ajaran agama islam.
“Kami warga disini hidup damai dan toleran, agama islam tidak mengajarkan umatnya membunuh orang lain apapun alasannya. Islam juga tidak membenarkan kekerasan. Azan telah mencemari agama islam yang cinta damai dan toleran,” ujarnya, Minggu 17/1.
Ia menyatakan, seluruh elemen masyarakat Desa Kedungwungu sepakat tidak akan menerimah jenazah Azan. Walaupun orang tuanya memiliki tanah sendiri untuk menguburkan jenazahnya, warga tetap menolak.
“Tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Kedungwungu, sudah sepakat menolak janazah Azan. Kami tidak mau tanah di Desa ini menerima jenazah orang yang membunuh sesama atas nama Islam,” kata Nasrullah.
Selain membuat kesepakatan bersama, warga juga memasang sepanduk-sepanduk bertuliskan penolakan kedatangan jenazah Azan di beberapa sudut Desa itu.
Sementara, Kepala Desa Kedungwungu Kabupaten Indramayu, Ahmad Fuadi mengakui bahwa Azan merupakan salah satu warganya dan membenarkan adanya penolakan tersebut.
“Kalau status Azan sebagai pelaku atau korban, saya belum mendapatkan informasi terbaru. Namun mengenai penolakan pemakaman Azan di desa, saya akan berada ditengah-tengah. Saya akan mencoba memediasi lagi antara warga dan keluarga Azan,” ujar Fuadi.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s