7 Orang Warga Kota Cirebon Menjadi Anggota Gafatar

Kepala Kesbangpol Kota Cirebon Tata Kurniasasmita (kanan) dan seorang stafnya.

Kepala Kesbangpol Kota Cirebon Tata Kurniasasmita (kanan) dan seorang stafnya.

(Suara Gratia)Cirebon – Sekitar 7 orang warga Kota Cirebon disinyalir menjadi pengikut aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ketujuhnya tinggal di tempat berbeda-beda di lima Kecamatan, dan memiliki profesi yang berbeda diantaranya adalah pegawai swasta dan pedagang. Walaupun keberadaanya terpantau di Kota Cirebon mereka memiliki sekretariat di Kabupaten Cirebon, dan gerakan mereka terkesan pasif.Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cirebon, Tata Kurniasasmita, membenarkan adanya warga Kota Cirebon yang menjadi anggota Gafatar.
“Di Kota Cirebon ada 7 orang yang bergabung ke Gafatar,” katanya, Kamis 21/1.
Bahkan pertengahan tahun 2014 lalu, salah satu pengurus Gafatar mendatangi Kantor Kesbangpol untuk mengurus perizinan agar diakui sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
“Wakil Ketuanya sempat datang ke kantor ingin didaftarkan sebagai Ormas. Namun kita tolak, karena sudah mendapat informasi bahwa Gafatar dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Secara administrasi memang persyaratannya memenuhi, setelah kami survei ke lapangan ternyata Gafatar ini menyimpang,” terangnya.
Tata mengatakan, walaupun keberadaan anggota Gafatar diketahui pihaknya, namun organisasi terlarang ini jarang sekali melakukan kegiatan atau aksi sosial di Kota Cirebon.
“Kegiatannya di Kota Cirebon pasif tidak ada kumpul-kumpul. Yang disini pengurusnya saja sekretariatnya ada di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Ia mengakui, selama ini masyarakat yang tinggal berdampingan dengan anggota Gafatar tersebut tidak mengetahui kalau tetangganya merupakan pengikut organisasi terlarang.
“Menurut pantauan kami mereka seperti orang biasa saja. Bergaul aktif dengan tetangga, mengikuti kegiatan di RT/RW. Jadi tidak ada yang tahu kalau dia anggota Gafatar,” ujarnya.
Tata menjelaskan, secara nasional Gafatar dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena menyimpang dari ajaran agama Islam, ia pun mengimbau kepada warga Kota Cirebon agar tetap patuh pada Pancasila dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan baik.
“Dikatakan menyimpang karena organisasi ini mempercayai Alquran, anggotanya terdiri dari berbagai macam agama, tidak mewajibkan sholat lima waktu, tidak membayar zakat, dan tidak puasa di Bulan Ramadhan. Saya harap warga Kota Cirebon tidak terpengaruh dengan cara meningkatkan keimanannya masing-masing,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s