Enam Minimarket di Kota Cirebon Disegel Massa

Massa dari Persatuan Rakyat Cirebon menyegel salah satu minimarket tidak berijin.

Massa dari Persatuan Rakyat Cirebon menyegel salah satu minimarket tidak berijin.

(Suara Gratia)Cirebon – Sekitar 200-an orang yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Cirebon, menyisir minimarket ilegal dan hasilnya mereka menyegel empat minimarket ilegal dan dua minimarket yang masih dalam proses pembangunan, Kamis 11/2.
Mereka menyegel minimarket itu dengan memasang spanduk bertuliskan “Kami Persatuan Rakyat Cirebon menutup dan memberhentikan aktivitas minimarket karena melanggar Perwali Nomor 31 tahun 2014”.

Empat minimarket ilegal yang disegel yakni di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan Kesambi, Jalan Lapangan Bola Kesambi Dalam dan Jalan Kalijaga. Sedangkan dua titik minimarket yang sedang dibangun yaitu di Jalan Pemuda dan Jalan Perjuangan.Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon Agus Saputra, empat minimarket dan dua bangunan tersebut melanggar moratorium pembangunan minimarket yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Cirebon No 31 tahun 2014.
Agus meminta Pemerintah Kota Cirebon tegas dengan aturan yang dibuatnya sendiri.
“Kalau memang tidak berijin harusnya distop pembangunan atau operasionalnya,” katanya, Kamis 11/2.
Dikatakan Agus, aksi moral yang dilakukan pedagang diharapkan menjadi pembuka mata bagi pemkot.
“Instansi terkait juga harus menertibkan keberadaan minimarket yang ada di Kota Cirebon,” ujarnya.
Selain itu, Agus menambahkan, di Kota Cirebon setidaknya ada 40 titik minimarket yang ilegal, berizin tapi melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan yang melanggar kesepakatan antara Pemkot dengan pedagang pasar tentang jarak minimal minimarket dengan pasar tradisional.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (Disperindagkop dan UMKM) Kota Cirebon Agus Mulyadi mengakui empat minimarket tersebut ilegal.
“Jangankan mengajukan perijinan, pemberitahuan saja tidak,” katanya.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah minimarket, untuk menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan Pemkot.
“Sambil menunggu penetapan Raperda Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan menjadi Perda, kami melakukan pendataan,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara ada empat klasifikasi minimarket di Kota Cirebon yakni, Golongan pertama minimarket berijin dan sesuai RTRW, berijin tapi tidak sesuai RTRW, tidak berijin tapi seusia RTRW serta tidak berijin dan tidak sesuai RTRW.
“Sementara ini yang berijin sekitar 50 titik dan tidak berijin 20 titik,” terangnya
Ia pun meminta kepada pelaku usaha agar tidak membuka gerai-gerai baru dalam bentuk apapun.
“Karena ini kaitannya dengan proses perijinan,” tegasnya. (Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s