Gerainya Disegel Massa, ini Penjelasan Alfamart

Massa dari Persatuan Rakyat Cirebon menyegel salah satu minimarket tidak berijin.
Massa dari Persatuan Rakyat Cirebon menyegel salah satu minimarket tidak berijin.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah ratusan orang yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Cirebon menutup enam minimarket (Alfamart) yang melanggar Peraturan Wali Kota Nomor 31 Tahun 2014, Kamis (11/2) kemarin. Branch Manager Alfamart Wilayah Cirebon, Daru Harjanto pun angkat bicara.

Menurut Daru, sejak dirinya bertugas di Kota Cirebon selama kurang lebih satu tahun, pihaknya telah menemui Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis berbicara mengenai potensi untuk pendirian gerai Alfamart.

“Saya sebagai orang baru silaturahmi dengan Wali Kota, kata beliau di Kota Cirebon ini ada potensi tapi tidak banyak. Lalu saya tawarkan pendirian Alfamart, beliau juga bilang boleh. Tapi, ada moratorium dalam Perwali,” terangnya, Jumat 12/2.

Ia melanjutkan, setelah pertemuannya dengan Wali Kota ia melakukan survei ke beberapa titik yang dianggap cocok untuk pendirian gerai minimarket. Setelah itu, dirinya mengajukan titik-titik itu ke Wali Kota, namun kata Daru, orang nomer 1 di Kota Cirebon ini menyarankan pendirian minimarket baru mesti ada payung hukumnya.

“Setelah melakukan survei saya mengajukannya ke Wali Kota, tapi kata beliau kalau mau buka harus dipayungi hukum, saya juga maunya begitu,” katanya.

Pihaknya, lalu mendirikan bangunan karena sudah mendapatkan persetujuan dari warga sekitar.

“Ya sudah kami bangun, pokonya bangun aja gak ada konsep apa-apa, karena yang punya ltempat juga kan terkatung-katung nunggu jawaban jadi disewa apa tidak. Karena ada kesalahan komunikasi, akhirnya  terjadilah pengiriman barang seolah-olah gerai ini mau dioperasionalkan. Lalu timbul gejolak dari warga,” ungkapnya.

Ia menegaskan, gerai itu sebetulnya tidak akan dioperasionalkan sebelum ada peraturan yang jelas.

“Kemarin (Kamis 12/2) pagi saya minta maaf ke Pak. Wali, karena telah terjadi miss komunikasi di internal kami. Padahal itu tidak akan dioperasionalkan karena masih menunggu payung hukum yang jelas. Kalaupun peraturannya sudah jelas dan disetujui ya kami lanjutkan, kalau tidak ya sudah tempat itu kami gunakan untuk usaha lainnya,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s