Keraton Kasepuhan teken MoU dengan Nawa Cita Institute

Ketua Nawa Cita Institute, RM Suryo Atmanto (ketiga dari kanan) dan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (kedua dari kiri)

Ketua Nawa Cita Institute, RM Suryo Atmanto (ketiga dari kanan) dan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (kedua dari kiri)

(Suara Gratia)Cirebon – Tahun 2016 Nawa Cita Institue akan mengkaji wilayah Cirebon dan sekitarnya, hal ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Keraton Kasepuhan, Kamis 18/2. Terpilihnya Cirebon sebagai dearah kajian adalah, karena Cirebon masuk dalam kategori daerah pinggiran yang harus ditingkatkan potensi daerah dan masyarakatnya.
Ketua Nawa Cita Institute, RM Suryo Atmanto mengatakan, sebelum mengambil keputusan atau membuat program pihaknya terlebih dahulu akan mengkaji daerah Cirebon.“Kita akan pelajari daerahnya mulai dari garis pantainya, daerah tertinggal, budaya, kesehatan, pertaniannya, dan ekonomi masyarakatnya. Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ujarnya, Kamis 18/2.
Paling lambat minggu depan Nawa Cita Institute akan membentuk tim untuk melakukan pengkajian di wilayah Cirebon.
“Minggu depan kita akan berkoordinasi dan tahun ini kita akan mengetahui, melalui kajian yang dilakukan hal apa saja yang akan dibangun di wilayah Cirebon,” imbuhnya.
Suryo menjelaskan, dalam nota kesepahaman tersebut setidaknya ada 4 poin yang menjadi titik fokus pengkajian di wilayah Cirebon.
Sementara, menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, Cirebon akan menjadi kawasan ekonomi baru di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya pembangunan infrastruktur di Cirebon. Namun, penduduknya banyak yang hidup miskin karena belum dapat memaksimalkan potensi daerahnya.
“Infrastruktur di Cirebon sudah lengkap ada pelabuhan, bandara internasional, jalan tol, dan dekat dengan ibu kota negara. Kan malu dong, masa dekat dengan ibu kota masih ada yang hidup miskin,” katanya.
Arief berharap, wilayah Cirebon menjadi salah satu kawasan agro industri karena memiliki potensi perikanan dan pertanian yang melimpah namun semuanya belum tergarap maksimal.
“Kita punya pertanian kita punya nelayan dan peternakan, kenapa tidak kita dorong agro industri. Tujuan akhir dari MoU ini adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s