Perda PKL Disahkan Pedagang Resah

Bersama Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno (ketiga dari kiri) Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, menandatangani pengesahan Raperda Pengaturan dan Pemberdayaan PKL.
Bersama Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno (ketiga dari kiri) Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, menandatangani pengesahan Raperda Pengaturan dan Pemberdayaan PKL.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui rapat Paripurna mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pengaturan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi Perda, Senin 22/2. Di dalam Perda itu pun disebutkan mengenai relokasi dan sanksi.
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis mengaku, belum mempelajari secara detail Perda yang baru disahkan tersebut. Namun, dia memastikan poin penting dari Perda itu adalah relokasi dan sanksi.

“Detailnya saya belum baca. Secara garis besarnya di dalam Perda itu ada penentuan sejumlah titik baru yang akan digunakan untuk relokasi PKL,” katanya, ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin 22/2.
Bersama pihak terkait, ia akan memilih tempat baru yang strategis bagi PKL.
“Bersama pihak terkait kita akan mensurvei titik-titik mana saja supaya PKL ini betah di tempat yang baru. Karena, persoalannya adalah bukan tempat, tapi bagaimana jualannya itu laku. Sebagus apapun tempatnya kalau jualannya tidak laku maka pedagang akan menolak,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Forum PKL Kota Cirebon Erlinus Thahar mengaku, awalnya Pemkot Cirebon melibatkan pedagang dalam proses pembuatan Raperda namun belakangan, ia dan pedagang lainnya tidak tahu kalau Raperda itu akan disahkan.
“Hari ini saja kita tidak tahu kalau Raperda itu disahkan,” katanya.
Hingga kini ia pun tidak tahu-menahu perihal isi Perda tersebut.
“Kita sangat menyayangkan, karena hingga Perda itu disahkan kita tidak tahu isinya apa. Jadi kita tidak bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah,” ungkapnya.
Menurutnya, relokasi akan menjadi hal yang sia-sia karena ditempat baru nanti pedagang akan memulai usahanya dari nol lagi.
“Di tempat lama kita sudah punya banyak pelanggan, kalau dipindahkan otomatis kita nyari pelanggan baru lagi,” tuturnya.
Ia pun memastikan, relokasi merupakan hal yang mustahil karena tidak ada lahan yang dapat menampung sekitar 2.800 PKL.
“Tidak mungkin dengan segitu banyaknya pedagang direlokasi, tempatnya mau dimana?,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s