Kota Cirebon Targetkan 96 persen Bayi Diimunisasi

Penetesan imunisasi di Baperkam RW 06 Kelurahan Kesambi Kota Cirebon.

Penetesan imunisasi di Baperkam RW 06 Kelurahan Kesambi Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menargetkan 96 persen bayi diimunisasi dari 26 ribu bayi. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kota Cirebon dilakukan di 347 titik di 5 Kecamatan dan melibatkan 1.047 kader Posyandu.
Kepala Dinkes Kota Cirebon, H. Edy Sugiarto menyatakan, imunisasi diberikan pada bayi berusia 0 sampai 59 bulan, mencegah penyakit difteri, campak, TBC, dan polio.“Dalam kegiatan PIN serentak di 347 titik tempat pelaksanakan imunisasi atau pos PIN dilaksanakan di Kota Cirebon, dengan menargetkan sebanyak 26 ribu bayi,” katanya saat ditemui di Pos PIN Baperkam RW 06 Kelurahan Kesambi, Selasa 8/3.
Edy mengungkapkan, tujuan dari diadakannya PIN ini adalah mensterilkan atau mengeleminasi polio di Indonesia, khususnya di Kota Cirebon. Meskipun, kata dia, saat ini Kota Cirebon sudah bebas dari polio. Namun, kegiatan PIN ini sangat penting, mengingat, kadang ada tamu dari luar kota atau luar negeri yang datang ke Indonesia.
“Dinkes Kota Cirebon tidak hanya tertuju pada bayi warga Kota Cirebon saja, namun dalam kegiatan ini, jika ada warga luar kota yang membawa bayi, maka bayi tersebut berhak mendapatkan imunisasi. Pasalnya, pelaksanaan PIN ini adalah merupakan program pemerintah pusat yang harus direalisasikan,” katanya.
Ia juga menyampaikan, targetnya adalah Indonesia bebas polio di tahun 2020 mendatang.
“Imunisasi harus dilakukan  mulai dari sekarang, dan saya berharap Indonesia bebas dari penyakit polio ini bisa terwujud,” ujarnya.
Sementara, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mendorong para orang tua yang memiliki bayi usia 0 sampai 59 bulan untuk diimunisasi.
“Para ibu-ibu yang punya bayi dimohon membawa anaknya ke pos PIN terdekat untuk diimunisasi,” katanya.
Menurutnya, sebanyak lebih dari 90 persen warga Kota Cirebon sudah sadar imunisasi namun masih ada warga yang mengagap imunisasi ini tidak penting.
“Sebagian kecil warga masih menganggap imuniasai ini hal yang enteng dan tidak bermanfaat. Inilah tantangan kita,” ungkapnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s