Mahasiswa Cirebon Tolak Minimarket Tidak Berizin

Demonstrasi mahasiswa tolak pendirian minimarket tidak berizin.
Demonstrasi mahasiswa tolak pendirian minimarket tidak berizin.

(Suara Gratia)Cirebon – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa 45 Cirebon (Fordisima) melakukan demonstrasi di depan Balai Kota Cirebon. Mereka menuntut penutupan minimarket yang disinyalir ilegal karena tidak memiliki izin dan melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 31 Tahun 2014, Selasa 8/3. Mereka menilai, penegakan hukum moratorium pendirian minimarket di Kota Cirebon lemah, karena hingga kini masih ada bangunan baru yang diduga digunakan untuk gerai minimarket.

Menurut Kordinator Fordisima 45 Cirebon, Ali Muktar, aturan dibuat bukan dijadikan pelengkap saja tanpa ada penerapan yang tegas.
“Pemerintah harus bisa menegakkan aturan yang sudah disepakati bersama,” katanya, Selasa 8/3.
Ali melanjutkan, keberadaan pasar modern bisa mengancam pasar tradisional karena, dewasa ini masyrakat beranggapan bahwa belanja di pasar itu kuno.
“Masyarakat kalangan menengah atas lebih memilih pasar modern sehingga pedagang tradisional sulit untuk menembus kalangan menengah atas,” tuturnya.
Oleh karena itu mereka menuntut Pemerintah Kota Cirebon menutup pembangunan pasar modern atau minimarket tanpa izin dan mengkaji ulang kegiatan pasar modern.
“Satpol PP dan Kepolisian harus bersikap tegas dalam menjalankan tugas penegakkan hukum,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi mengatakan, akan menindak tegas pembangunan minimarket tanpa izin, namun katanya, mengenai bangunan baru yang diduga akan digunakan untuk gerai minimarket pihaknya akan mengkajinya terlebih dahulu.
“Kita kaji dahulu, kalau terbukti pendirian bangunannya tidak berizin akan kami tutup,” tegasnya saat ditemui setelah menerima perwakilan mahasiswa di Gedung Balai Kota
Hingga saat ini, pihaknya pun belum tahu dua bangunan yang ada di Jalan Pemuda dan di Jalan Perjuangan akan difungsikan untuk apa.
“Jangankan pemberitahuan izin mendirikan bangunannya saja tidak ada. Mana kita tahu untuk apa,” katanya.
Dalam penindakan pasar modern atau minimarket tidak berizin pihaknya memiliki tiga tahapan.
“Pertama kita layangkan surat peringatan dan terakhir akan ditindak tegas berupa penutupan tempat usaha,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s