BNN : “Pengedar Narkoba Tidak Takut Mati”

Artha Graha Peduli Bersama Artis2 Ibukota, bintang film "3 Pilihan Hidup" Beserta Brigjen Pol Drs Siswandi Diterima Walikota Cirebon Dalam Sosialisasi Gerakan Peduli Anti Narkoba di Cirebon dan Kuningan.
Artha Graha Peduli Bersama Artis-artis Ibukota, bintang film “3 Pilihan Hidup” Beserta Brigjen Pol Drs Siswandi (paling kiri) Dalam Sosialisasi Gerakan Peduli Anti Narkoba di Cirebon dan Kuningan.

(Suara Gratia)Cirebon – Peredaran narkotik dan obat-obatan terlarang di tanah air semakin masif. Akibat penyalahgunaan narkoba sebanyak 40-50 orang meninggal setiap harinya. Hingga kini pengguna narkoba pun menyentuh angka 5,9 juta orang.

Menurut Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Siswandi, sindikat pengedar narkoba baik warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) tidak takut hukuman mati.“Sekarang sudah ada 149 orang pengedar wna dan wni dihukum mati. Diluar masih banyak jaringan narkoba dan mereka tidak takut mati,” katanya, ditemui usai kegitan Artha Graha Peduli Bersama Artis-rtis Ibukota, bintang film “3 Pilihan Hidup”, Dalam Sosialisasi Gerakan Peduli Anti Narkoba di Cirebon dan Kuningan, Sabtu 12/3 malam.
Siswandi mengatakan, sindikat narkoba tidak merasa takut memasukan barang haram itu ke indonesia melalui jalur bandara internasional.
“Bandara Kualanamu di Medan satu minggu setelah diresmikan Presiden, sudah masuk enam kilogram narkoba. Jangankan bandara kecil bandara besar saja sudah dijadikan jalur masuk narkoba,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kepolisian, jaksa dan hakim harus profesional dalam menangani kasus narkoba.
“Harus bekerja sesuai dengan porsinya, yang pengedar didakwa sebagai pengedar pengguna didakwa sebagai pengguna, jangan dibalik. Karena ini sering terjadi. Kalau begini terus tidak akan ada habisnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, Indonesia merupakan pasar potensial peredaran narkoba sehingga pengedar tidak pernah surut memasok barang haram tersebut.
“Indonesia adalah pasar menggiurkan pengedar narkoba,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dinilainya efektif adalah merubah stigma masyarakat terhadap pengguna narkoba.
“Pengguna narkoba dianggap aib oleh keluarga, masyarakat masa bodoh terhadap pengguna narkoba, kalau bisa dipecat jadi anggota keluarga. Ini kan tidak boleh, mereka itu orang pesakitan yang ingin sembuh, mari kita gunkan hati nurani,” ungkpnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s