Angkot di Cirebon Sambut Baik Turunnya Pertalite

Angkot di Kota Cirebon mengisi Pertalite di SPBU Jl. Brigjen Dharsono.

Angkot di Kota Cirebon mengisi Pertalite di SPBU Jl. Brigjen Dharsono.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite Ron 90 menjadi Rp 7.100/liter per Maret 30/3. Angkutan kota (angkot) di Kota Cirebon pun beralih menggunakan Pertalite.
Menurut, salah seorang sopir angkot jurusan Dukuh Semar – Gunung Sari – Majasem, Apip (35 Tahun), setelah mendengar BBM jenis Pertalite turun harga ia beserta sopir angkot alinnya langsung beralih ke BBM tersebut.

“Tadinya saya pake premium sekarang dan seterusnya mau pake Pertalite,” katanya, ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl. Brigjen Dharsono Kota Cirebon, Rabu 30/3.
Ia mengatakan, sebelumnya pernah menggunakan Pertalite dengan harga lama yakni Rp 7.300/liter.
“Dulu pernah pake Pertalite waktu harganya Rp 7.300/liter tapi hanya sebentar, saya pakai Premium lagi karena harganya beda jauh,” tuturnya.
Apip menyatakan, menggunakan BBM jenis Pertalite terasa berbeda dengan Premium terutama pada masalah keekonomisan dan dampak pada mesin.
“Pake Pertalite mesin jadi enteng,” pungkasnya.
Sementara, Sales Eksekutif XV Pertamina Cirebon, Hendra Saputra mengatakan, pada Rabu 30 Maret 2016 pukul 00.00 Wib harga Pertalite turun yang semula Rp 7.300/liter menjadi Rp 7.100/liter.
“Pertalite harganya hanya selisih Rp 50 dengan Premium sebesar Rp 7.050/liter,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, menggunakan Pertalite memiliki keuntungan lebih dibanding Premium karena lebih irit, ramah lingkungan, dan mesin menjadi lebih awet.
“Hemat dan mesin kendaraan jadi lebih awet,” imbuhnya.
Di Wilayah III (Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka) terdapat 135 SPBU dari jumlah itu yang menyediakan Pertalite sebanyak 95 SPBU.
“Kami ada rencana menambah jumlah SPBU yang menyediakan Pertalite, tapi saat ini masih cukup karena berada di titik-titik yang strategis,” katanya.
Konsumsi Pertalite di Wilayah III Cirebon hingga bulan Maret 2016 sebanyak 1.100 liter per hari.
“Kita sekarang bukan per bulan lagi tapi per hari. Karena konsumsi masyarakat terhadap Pertalite semakin meningkat,” ungkapnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s