Santri Majalengka Juara Lomba Kitab Ihya dan Lolos ke Babak Final

(Suara Gratia)Cirebon Mohammad Aminullah (kedua dari kiri) Santri dari Pondok Pesantren Al-Khudlari Cigasong.

Cirebon Mohammad Aminullah (kedua dari kiri) Santri dari Pondok Pesantren Al-Khudlari Cigasong.

(Suara Gratia)Cirebon – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh santri asal Majalengka, Mohammad Aminullah. Santri dari Pondok Pesantren Al-Khudlari Cigasong asuhan KH. Ahmad Umar ini berhasil meraih juara pertama babak Penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional yang digelar di PP. Assalafie Babakan, Ciwaringin, Cirebon.

Karena itu, Aminullah dipastikan lolos ke babak final yang digelar di Graha Gus Dur, DPP PKB, Jl. Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat, pada 12-13 April 2016 mendatang. Ia akan bersaing ketat dengan 123 finalis lain dari pesantren-pesantren berbagai wilayah di Indonesia. Bila berhasil Aminullah akan mendapat hadiah Uang plus Umroh dan Ziarah ke Timur Tengah.
Atas prestasi yang diraih oleh santri asal Daerah Pemilihannya tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, mengaku bangga dan siap mendukung penuh.
“Kita akan tanggung transport dan akomodasi selama final di Jakarta. Jika berhasil menjadi juara tingkat Nasional, akan reward khusus baik bagi saudara Aminullah maupun Pesantren Cigasong “, ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan itu, Minggu 3/4.
Kiai Maman menyebutkan jika dukungannya itu tidak terlepas dari pentingnya lomba kitab kuning ini karena berangkat dari gagasan untuk mengembangkan khazanah keilmuan pesantren sekaligus melestarikan nilai-nilai kitab Kuning.
“Musabaqoh Kitab Kuning sekaligus penegasan kembali Islam Nusantara. Islam Nusantara bukan ideologi, tapi sebuah kesadaran bahwa Islam harus menjadi energi untuk transformasi dan perdamaian,” ujar Dewan Syuro DPP PKB yang juga Ketua Steering Commitee (SC) Musabaqoh Kitab Kuning tingkat Nasional ini.
Semangat Islam Nusantara dan pengembangan khazanah keilmuan kitab kuning pesantren itu sengaja dikuatkan dengan menggelar babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning di 31 Pesantren tertua yang selama ini menjadi rujukan keilmuan ulama-ulama se-Nusantara.
“Babakan Ciwaringin kita pilih karena di sini berdiri pesanten-pesantren legendaris yang selama 3 abad melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia terutama Jabar. “Para Alumni itu jadi tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam memperjuangkan Islam ahlussunah wal jamaah. Daerah di mana mereka berkiprah menjadi basis kekuatan PKB”, Ujar Kyai Maman.
Sebelumnya dalam rangka menyambut gelaran Musabaqoh Kitab Kuning agar berjalan sukses, KH. Maman Imanulhaq juga menginisiasi acara Bedah Kitab Kuning: “Khazanah Tasawuf Ihya Ulumuddin” bersama KH. Husein Muhamad di Kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon pada Kamis (30/03) lalu dan menggelar Acara Istigotsah Qubro bersama Jamaah Sholawat Akar Djati Cirebon di Pondok Pesantren Al-Mizan pada Jum’at (01/04) lalu.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s