21 Penghuni Lapas Cirebon Ikuti Ujian Paket C

Penghuni Lapas Kelas I Kesambi mengikuti ujian di ruang pendidikan yang disediakan petugas.

Penghuni Lapas Kelas I Kesambi mengikuti ujian di ruang pendidikan yang disediakan petugas.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebanyak 21 narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kesambi Cirebon, mengikuti ujian paket C yang diselenggarakan berbarengan dengan Ujian Nasional (UN)

“Ada 21 Napi yang mengikuti ujian paket C pada hari ini dan jumlahnya dari tahun lalu meningkat,” kata Kabid Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Kota Cirebon Djoko Sunarno, Senin 4/4.Ia menuturkan untuk perbedaan UN paket C dengan yang umum itu pada waktu pelaksanaannya, dimana pelaksanaan UN paket C di lapas ini diselenggarakan pada jam 13.30 WIB.
“UN yang paket C ini hanya berbeda waktu pelaksanaannya, kalau UN di sekolah biasa itu pagi tapi paket C pelaksanaannya siang yaitu dimulai jam 13.30 WIB,” tuturnya.
Semangat dan keseriusan para peserta UN paket C di Lapas Kelas 1 Cirebon. Mereka pun nampak serius mengisi lembar jawaban UN dan soal yang sudah dibagikan pengawas dari Dinas Pendidikan.
Dalam persiapan pelaksanaan UN paket C ini, pihaknya bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Nurjadi di Kecamatan Kesambi Kota Cirebon.
Dia menuturkan bangga, sebab masih ada semangat para napi untuk menempuh pendidikan meskipun ditengah ganjaran hukuman.
Sedangkan rata-rata, peserta UN Paket C ini berusia 20 sampai 35 tahun,dengan latar belakang kasus yang bervariasi. Mulai dari perampokan, kekerasan terhadap, anak, perkelahian, pembunuhan.
“Hukuman pidananya juga bermacam dari 5 tahun sampai 20 tahun untuk ijazah tetap yang mengeluarkan adalah Dinas Pendidikan,” katanya.
Ia mengatakan dalam menjalani masa hukuman, pihaknya juga mewajibkan tahanan untuk menempuh pendidikan, baik formal maupun non formal.
“Mereka yang putus sekolah karena kasus pidana kami fasilitasi di lapas dengan paket C sesuai raport terakhirnya,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah peserta UN di lapas kelas I Kesambi mengalami peningkatan dari tahun lalu yang berjumlah 15 orang.
“Kalau di PKBM Nurjati khusus sekolah saja untuk yang non formal kami beri bimbingan khusus di lapas, seperti tenun, jahit bola, pembuat jaring, anyam rotan, keset, souvenir, lukisan kaca bekerjasama dengan perusahaan atau UKM yang sukses,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s