Bandara Soekarno Hatta Paling Banyak Dijadikan Pintu Masuk Peredaran Narkoba

Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti (ke empat dari kiri) bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ke empat dari kanan), BNN, Ditjen Bea Cukai, Kemenhub, Kemenkumham.
Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti (ke empat dari kiri) bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ke empat dari kanan), BNN, Ditjen Bea Cukai, Kemenhub, Kemenkumham.

(Suara Gratia)Cirebon – Sejumlah pengungkapan kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Indonesia dalam Operasi Bersinar selama tahun 2016, berhasil mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 144 kg sabu-sabu kristal, 44,6 kg sabu-sabu cair, 197.874 butir pil ekstasi, 579 ton ganja dari sekitar 200 hektar ladang ganja, dan satu kapal besi Bahari I. Petugas pun berhasil menangkap sebanyak 46 tersangka pengedar narkoba jaringan internasional berasal dari negara Iran, China, dan Belanda.
Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, narkoba tersebut paling banyak masuk melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.
“Dalam Operasi Bersinar ini yang paling banyak narkoba itu masuk melalui Bandara Soekarno Hatta,” katanya, Rabu 6/4 saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba bersama Polri, BNN, Kemenhub, dan Kemenhumkam di Pelabuhan Cirebon.
Hal ini diketahui setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polri memberantas narkoba di daerah perbatasan.
“Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan diminta Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama-sama mencegah masuknya narkoba ke wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Bambang mengatakan, selain Bandara Soekarno Hatta bandara lain yang juga perlu diwaspadai diantaranya adalah Batam, Tanjung Balai, Bandung, Medan, dan Tanjung Pinang.
“Tahun 2016 ini di Bandara Soekarno Hatta terungkap 6 kasus, Tanjung Balai 2 kasus, dan lainnya masing-masing 1 kasus. Modus pengirimannya pun disimpam dalam tubuh tersangka,” terangnya.
Selain melalui bandara, pengedar narkoba jaringan internasional juga memanfaatkan paket Pos Indonesia untuk mengirimkan barang haram tersebut.
“Satu lagi yang baru yaitu satu kasus melalui kantor pos di Pasar Baru,” pungkasnya.
Sementara, negara yang paling banyak menyelundupkan narkoba ke Indonesia berasal dari Malaysia berikutnya adalah Iran, Taiwan, Singapura, Belanda, dan Nigeria.
“Sebanyak 70 persen narkoba yang beredar di Indonesia diselundupkan dari Malaysia,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kasus pencegahan peredaran narkoba dalam periode yang sama yaitu Januari – Maret 2015 dan Januari – Maret 2016 meningkat sebanyak 237 persen.
“Dalam tiga bulan pertama tahun 2016 kasus pencegahan peredaran narkoba meningkat 2,4 kali dibanding periode yang sama pada tahun 2015 lalu,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s