Keraton Kanoman Tampilkan Tari Topeng “Lima Wanda”

Ilustrasi tari topeng.

Ilustrasi tari topeng.

(Suara Gratia)Cirebon – Hari ini Sabtu (9/4) malam, Keraton Kanoman Cirebon akan menampilkan pagelaran tari topeng secara utuh. Sebelumnya, tari topeng seni budaya asli Cirebon ini hanya memunculkan salah satu karakternya saja yaitu Topeng Kelana. Siapa sangka, ternyata topeng Kelana merupakan salah satu tokoh dari lima karakter dalam tari topeng yang saling berhubungan dan melengkapi.

“Pagelaran ini judulnya Lima Wanda Panuluh Caruban,” kata Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon, Mochammad Qodiran, Sabtu 9/4 pagi ditemui di kediamannya.
Patih mengatakan, pagelaran ini akan diisi dengan tari-tarian klasik yang berasal dari dalam lingkungan Keraton Kanoman termasuk tari topeng yang tidak hanya menampilkan satu karakter saja namun akan ditarikan secara lengkap yang disebut dengan ‘Lima Wanda’.
“Tari topeng disebut dengan Lima Wanda terdiri dari topeng Panji, Rumyang, Tumenggung, Samba, dan Kelana. Masing-masing topeng mewakili sifat-sifat manusia,” terangnya.
Ia menjelaskan, topeng Panji melambangkan awal mula kehidupan manusia atau kelahiran, topeng Samba mencerminkan manusia ketika masih anak-anak atau balita, topeng Rumyang mencerminkan usia manusia saat remaja, topeng Tumenggung melambangkan sifat manusia yang mencapai kebijaksanaan, dan topeng Kelana menggambarkan sifat manusia yang penuh angkara murka.
“Lima Wanda adalah perjalanan manusia dari mulai lahir sampai masa kejayaanya. Lima karakter dari topeng itu ada di setiap hati manusia,” terangnya.
Ia mengaku, selama ini masyarakat Cirebon hanya mengenal satu karakter dari tari topeng saja yaitu Topeng Kelana.
“Selama ini masyarkat hanya mengenal Topeng Kelana saja, padahal Topeng Kelana itu salah satu bagian dari Lima Wanda. Oleh karena itu dalam pagelaran ini kita akan tampilkan lima karakter tari topeng dengan lengkap,” ujarnya.
Tari-tarian tersebut akan dibawakan oleh sekitar 40 penari dan didukung sebanyak 25 seniman tari.
“Kami merangkul sanggar tari agar mereka termotivasi melestarikan budaya Cirebon,” katanya.
Ia berharap, pagelaran ini kembali memperkenalkan tarian tradisional kepada masyarakat khususnya kaum muda agar lebih mencintai seni tradisional daerahnya.
“Kami harap generasi muda kembali mengenal dan mencintai seni tradisional,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s