Pria Penderita Tumor kini Mendapatkan Perawatan Medis

Pimpinan Yayasan Baitul Ilmi Cirebon, Hj Fifi Sofiah Efendi (kanan) saat mengunjungi Wahidin di rumahnya.

Pimpinan Yayasan Baitul Ilmi Cirebon, Hj Fifi Sofiah Efendi (kanan) saat mengunjungi Wahidin di rumahnya.

(Suara Gratia)Cirebon – Wahidin (34 tahun) penderita tumor itu, kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Permata Kota Cirebon, Sabtu 16/4. Warga Blok Kawung Luwuk RT 01/05 Desa Sindang Jawa Kecamatan Dukuhpuntang Kabupaten Cirebon ini, menderita tumor sebesar bola sepak di punggung sebelah kanan.
Sebelumnya, ia pernah menjalani operasi sebanyak dua kali di Rumah Sakit Arjawinangun Kabupaten Cirebon yakni saat usianya 12 tahun dan 17 tahun.

Dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) RS Permata Kota Cirebon, Fauzi Agung Nugroho menyatakan, Wahidin sudah menderita tumor sejak berusia 12 tahun, saat itu tumornya baru sebesar telur ayam.
“Dia menderita tumor selama 22 tahun. Pertama dioperasi tumornya sebesar telur ayam dan muncul kembali di tempat yang sama saat usianya 17 tahun, kali ini sebesar telur puyuh,” katanya, Sabtu 16/4.
Sebelumnya, Wahidin pernah diperiksakan di RS Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.
“Dua kali sudah diperiksa. Kini tumornya sebesar bola sepak,” imbuhnya.
Selanjutnya, di RS Permata, Wahidin akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksaan ini untuk mengetahui tumornya termasuk jinak atau ganas.
“Kesehatan umumnya bagus, selanjutnya kita akan menjalankan Biopsi,” ujarnya.
Menurut pemeriksaan awal, tumor di punggung kanan Wahidin diperkirakan seberat 3 kg, permukaannya tidak rata, luka luar sudah bernanah.
“Akarnya satu tapi terdiri dari beberapa benjolan,” terangnya.
Sementara, Pimpinan Yayasan Baitul Ilmi Cirebon, Hj Fifi Sofiah Efendi mengatakan, penderita tumor ini harus segera ditangani karena jika dibiarkan lebih lama kondisinya akan semakin memburuk.
“Saya mendapat informasi dari teman-teman. Wahidin sudah lama tidak ada yang membantu, jadi kita bawa ke RS Permata supaya mendapat perawatan sampai sembuh total,” ujarnya.
Ia pun tergerak hatinya untuk meringankan beban keluarga Wahidin karena keadaan ekonominya sangat memprihatinkan.
“Kelihatan di depan mata masa dibiarkan saja. Dia punya anak, punya istri lalu harus menanggung penyakit seperti itu. Kalau kita sendiri yang mengalaminya, bagaimana rasanya?,” katanya.
Sementara ini, seluruh biaya perawatan sampai sembuh total ditanggung pihaknya namun, tidak menutup kemungkinan siapapun boleh membantu mendonasikan sejumlah uang untuk biaya perawatan Wahidin.
“Siapapun boleh membantu, ayo kita sama-sama peduli. Dan kalau membantu jangan setengah-setengah, harus sampai tuntas.,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s