Pengrajin Rotan di Cirebon Tolak Kran Ekspor Bahan Baku Rotan

Ilustrasi pengrajin rotan.

Ilustrasi pengrajin rotan.

(Suara Gratia)Cirebon – Stakeholder rotan Cirebon menolak upaya-upaya pembukaan kran ekspor bahan baku rotan.
Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Cirebon, Sonny Tanamas mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh stakeholder industri mebel dan kerajinan se-Wilayah Cirebon telah sepakat menolak dibukanya kran ekspor bahan baku rotan.“Kami menolak upaya apapun yang dimaksudkan untuk membuka ekspor bahan baku rotan. Kami akan upayakan mendorong dan meningkatkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia,” katanya, Kamis12/5.
Menurutna, pelarangan ekspor bahan baku rotan untuk selamanya, merupakan salah satu upaya peningkatan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan rotan. Selain itu, ia juga menolak pemberlakuan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di industri hilir.
“Kita berhrap realisasi percepatan terminal bahan baku rotn di Kabupaten Cirebon dipercepat. Kit juga mintavkepada pemeeintah pusat untuk membantu mempromosikannya di dalam negeri dan di luar negeri,” ujarnya.
Bukan hanya itu, dibutuhkan pula percepatan realisasi pembangunan sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi terkait industri mebel dan kerajinan, khususnya rotan di Wilayah Cirebon. Di sisi lain, industri mebel dan kerajinan Indonesia pun memerlukan pula peningkatan kompetensi sumber daya manusianya (SDM).
“Program-peogram pelatihan yang terintegrasi untuk meningkatkan kompetensi SDM ini yang harus segera direalisasikan,” tambah Sonny.
Dia meyakinkan, keseluruhan upaya itu perlu dilaksanakan segera oleh seluruh stakeholder industri mebel dan kerajinan, baik nasional maupun daerah. Tujuannya tak lain mendorong dan meningkatkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, Erry Achmad Husaeri mengungkapkan, pangsa pasar rotan masih tinggi. Para pengusaha atau pengrajin rotan pun membutuhkan pasar untuk menyalurkan hasil produksi kerajinan rotan yang melimpah.
“Selama ini, pemkab sendiri, termasuk Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat, mendukung promosi rotan, di antaranya memfasilitasi tempat untuk pameran bagi para pengusaha,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pemasaran rotan tak harus ekspor keluar negeri. Bahan baku di dalam negeri sendiri masih melimpah.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s