Gadis ini Mendapat Kekerasan Seksual dari Keluarganya Sendiri, Hingga Melahirkan

Uun Kurniasih, Kepala Seksi Anak Nakal Korban Napza dan Tuna Susila Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

Uun Kurniasih, Kepala Seksi Anak Nakal Korban Napza dan Tuna Susila Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Nasib pilu dialami oleh SKH (15 tahun), bocah asal Desa Jatiseeng Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. SKH mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri, sejak ia berumur 8 tahun. Peristiwa ini terbongkar, saat SKH melahirkan pada awal januari lalu.
Menurut Uun Kurniasih, Kepala Seksi Anak Nakal Korban Napza dan Tuna Susila (ANKN dan TS) Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, laporan pertama masuk melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cirebon. Dari laporan tersebut, Ibu Bupati Cirebon meminta untuk korban segera dipisahkan dari keluarganya.

“Atas intruksi dari Ibu Bupati dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, SKH kami jemput dan dibawa ke rumah aman,” katanya, Sabtu 14/5.
Uun melanjutkan, saat dijemput, korban baru saja melahirkan. Sekarang korban berada di Yayasan Rumah Aman Wadah Kreatif (Wadkref) yang berada dibawah naungannya.
Awalnya KSH hanya mengingat satu pelaku yang telah melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut, yaitu P, yang merupakan paman korban.
“Karena saat dibawa ke rumah aman, kondisi SKH mengalami gangguan psikologis yang cukup parah dan tidak bisa mengingat kejadian yang menimpa dirinya,” ujarnya.
Setelah, kondisi psikologinyaa mulai pulih SKH akhirnya bisa kembali mengingat dan menyebutkan lima pelaku lainnya.
“Lima pelaku lainnya, empat diantaranya adalah keluarga korban dan satunya tetangga. Lima pelaku ini masih anggota keluarganya yaitu, dua bapak tiri, kakak tiri, paman dan uwak,” bebernya.
Menurut Uun, pemisahan SKH dari keluarganya harus dilakukan. Karena wilayah tersebut sudah tidak aman lagi bagi dirinya.
“Ibunya itu pernah menikah hingga tujuh kali,” katanya
Saat ini, SKH masih berada di Yayasan Rumah Aman Wadah Kreatif (Wadkref) bersama bayi laki-lakinya yang baru berumur empat bulan. Kasusnya sedang ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s