Ruang Publik di Kota Cirebon Dikuasai Bahasa Asing

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, memberikan sambutan dalam Sosialisasi Pemartabatan Bahasa Negara di Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, memberikan sambutan dalam Sosialisasi Pemartabatan Bahasa Negara di Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Penggunaan bahasa asing telah menguasai ruang publik di Kota Cirebon. Mulai dari merek dagang, nama hotel, nama mal, hingga papan petunjuk fasilitas umum. Hal ini dilakukan agar merek dagang atau produk yang dijual laku di pasaran. Pasalnya. Penggunaan bahasa internasional dianggap sesuatu yang membanggakan dan meningkatkan brand image produk atau jasa tersebut.
Menurut Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Drs. Muhamad Abdul Khak, bahasa adalah identitas suatu negara, jika bahasa itu tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari atau digunakan dalam ruang publik yang terbatas, maka bangsa Indonesia bisa kehilangan identitasnya.

“Salah satu identitas orang Indonesia adalah dari bahasanya,” katanya ditemui usai sosialisasi ‘Pemartabatan Bahasa Negara’ di Kota Cirebon, Senin 16/5.
Ia menyayangkan, Kota Cirebon yang kaya akan budaya daerah, penggunaan bahasa Indonesia-nya sangat minim. Ia mencontohkan, di beberapa pusat perbelanjaan, hotel, dan pusat bisnis di Kota Cirebon, kamar kecil atau toilet ditulis ’Rest Room’, pusat jajanan serba ada ditulis ‘Food Court’, pintu keluar daurat ditulis dengan ‘Emergency Exit’, dan lainnya.
“Tidak semua orang mengetahui istilah-istilah asing itu. Kita lihat saja berapa persen  orang asing yang mengunjungi hotel atau mall di Kota Cirebon, dalam satu hari. Saya yakin tidak sampai 5 persen, tapi kenapa kita memberikan porsi bahasa yang lebih besar kepada mereka,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, tidak anti bahasa asing, namun yang paling penting bagaimana bahasa negara diutamakan.
Selain itu, pihaknya menyoroti terjemahan bahasa Indonesia yang ditulis lebih kecil di bawah bahasa asing.
“Di gagang pintu perkantoran saja kita bisa lihat kata ‘Push’ ditulis lebih besar diatas kata ‘Dorong’. Lebih baik tulisannya dibalik, jadi bahasa Indonesianya lebih besar daripada bahasa asing,” katanya.
Sementara, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menyambut baik Sosialisasi Pemartabatan Bahasa Negara di Kota Cirebon, karena menurutnya, hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia.
“ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan rasa nasionalisme. Diawali dengan menggunakan bahasa Indonesia yang lebih banyak di ruang publik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama. Salah satu General Manager Hotel di Kota Cirebon Iwan Setiono mengaku, tingkat kunjungan warga negara asing ke hotel di Kota Cirebon tidak sampai 5 persen per harinya.
“Per hari sebanyak 1 persen,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s