Ini Pesan Menkominfo di Harkitnas 2016

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis sebagai inspektur upacara dalam upacara bendera memperingati Harkitnas di Alun-alun Kejaksan.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis sebagai inspektur upacara dalam upacara bendera memperingati Harkitnas di Alun-alun Kejaksan.

(Suara Gratia)Cirebon – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108 tahun 2016, Menteri Komunikasi dan Informasi RI (Menkominfo), Rudiantara, menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh Warga Negara Indonesia, salah satunya di Kota Cirebon. Pesan ini dibacakan oleh Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, saat upacara bendera dalam rangka memperingati Harkitnas di Alun-alun Kejaksan, Jumat 20/5.

Kemajuan teknologi yang kian masif dari hari ke hari merupakan pedang bermata dua bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kemajuan teknologi digital memiliki dampak positif yang besar bagi bangsa Indonesia. Namun, kemajuan teknologi kerap dijadikan sarana untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme,” kata, Nasrudin Azis, membacakan kutipan dari Menkominfo di hadapan peserta upacara, Jumat 20/5.
Kemajuan teknologi pun memiliki dampak seriua terhadap moral anak bangsa.
“Selain itu, kita juga menghadapi beberapa permasalahan ketahanan bangsa secara kultural yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan. Misalnya, munculnya kekerasan dan pornografi, terutama yang terjadi pada generasi yang masih sangat belia,” katanya.
Menurut Menkominfo, yang tertuang dalam kutipan itu, dunia digital telah mengaburkan batas antara domestik dan internasional, karena informasi dari seluruh dunia dimanapun dan kapanpun, melalui teknologi informasi yang ada dapat diakses dengan mudah oleh siapapun.
“Kita menghadapi kaburnya batas-batas antara domestik dan internasional, yang menimbulkan kerentanan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI yang datang dari luar wilayah negeri ini,”
Ancaman ini dapat diantisipasi dengan kerja nyata, kemandirian, dan karakter bangsa yang kuat.
“Tantangan apapun yang kita hadapi saat ini, kita harus jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter,”
Sebagai anak bangsa yang handal, diharapkan dapat memenangkan persaingan-persaingan pada era globalisasi.
“Inilah saat yang tepat untuk saling bahu membahu sebagai anak bangsa, untuk bangkit menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan global,”
Untuk memenangkan persaingan global, cara-cara lama yang konvensional harus dihilangkan dan dirubah dengan inovasi baru.
“Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekedar membenarkan yang biasa,”(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s