Buruh TKBM Gerudug Gedung DPRD Kota Cirebon

Aksi demonstrasi buruh TKBM di depan gedung DPRD Kota Cirebon.

Aksi demonstrasi buruh TKBM di depan gedung DPRD Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sekitar 500-an buruh Tenaga Kerja Bungkar Muat (TKBM) Pelabuhan Cirebon, kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Mereka melakukan demosntrasi di depan gedung dewan dengan tuntutan yang sama pada aksi demonstrasi yang pernah dilakukan 2 Mei 2016 lalu yaitu, dipekerjakannya kembali buruh yang telah di-PHK. Pasalnya, sejak dua bulan ditutupnya bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, mereka tidak memiliki penghasilan, sementara kebutuhan hidup semakin mendesak ditambah bulan Ramadhan sudah dekat.Salah satu pengurus TKBM Pelabuhan Cirebon Kadnawi menyatakan, sejak ditutupnya aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon ribuan buruh kehilangan mata pencarian. Pihaknya menuntut DPRD Kota Cirebon mencari solusi atas permasalahan ini, karena menurutnya, dewan merupakan pihak yang paling vokal mengusulkan penutupan aktivitas bingkar muat batu bara.
“Penutupan bongkar muat batu bara ini atas rekomendasi Ketua Dewan. Kami minta Bapak Ketua Dewan agar buruh yang nganggur dipekerjakan kembali di Pelabuhan,” katanya, Senin 23/5.
Keputusan ditutupnya bongkar muat batu bara merupakan keputusan yang berat sebelah, karena ia menilai, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, DPRD Kota Cirebon dan Wali Kota Cirebon tidak memikirkan nasib buruh.
“Pemerintah tidak memikirkan kami para buruh yang bekerja di Pelabuhan. Selama dua bulan ini kami nganggur, hutang banyak, anak sekolah tidak diberi uang saku, dan buat makan sehari-hari juga sulit,” tuturnya.
Debu batu bara dituding sebagai penyebab ditutupnya aktivitas bongkar muat batu bara, karena debu itu merusak kesehatan masyarakat sekitar. Namun ia membantah keras, karena para buruh di pelabuhan hingga kini masih sehat.
“Kami yang sudah bekerja di pelabuhan selama 12 tahun saja sekarang masih hidup,” pungkasnya.
Sementara, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno yang menemui pendemo mengatakan, akan mencari solusi terbaik untuk para buruh.
“Aspirasi bapak-bapak dan ibu-ibu, akan kami bicarakan dengan Wali Kota Cirebon, Kepolisian, dan pengusaha batu bara,” katanya.
Edi menyatakan, pihaknya hanya menjadi mediator antara pengusaha batu bara, kepolisian, wali kota, dan buruh.
“Kami akan memberikan jawaban sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami. Kami ini hanya wakil rakyat,” ujarnya.
Pendemo mengancam, jika dalam waktu satu minggu tidak ada jawaban dan solusi maka akan kembali melakukan demonstrasi yang lebih besar.
“Kami beri waktu satu minggu, jika tidak ada jawaban kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih banyak,” tutupnya.
Untuk memastikan ketua dewan benar-benar merealisasikan aspirasinya, pendemo pun mendirikan tenda tepat di halaman depan gedung dewan.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s