DPR RI Heran, di Subang Belum ada BPBD

Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq berinteraksi dengan anak-anak dan warga korban bencana banjir bandang di Subang Jawa Barat.

Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq berinteraksi dengan anak-anak dan warga korban bencana banjir bandang di Subang Jawa Barat.

(Suara Gratia)Cirebon – Belum terbentuknya Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) di Subang membuat miris Anggota DPR RI. Padahal keberadaan lembaga ini dinilai sangat strategis sebagai lembaga taktis yang terkait erat dengan jaminan keselamatan warga ketika terjadi bencana.
Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq mengatakan, saat terjadi bencana, BPBD dituntut bergerak cepat untuk meminimalisir korban serta dituntut melakukan proses rehabilitasi pasca bencana. Fungsi BPBD ini, menurut Maman, tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh sarana peralatan dan anggaran yang memadai.
“Kami merasa miris dan tidak habis pikir mengapa BPBD belum dibentuk oleh Pemerintah Daerah Subang,” ujarnya. Keheranan Politisi PKB mengemuka saat meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di Cihideung Kecamatan Cisalak Subang, Rabu (25/5)
Pihaknya akan mendesak DPR mengucurkan dana tambahan untuk membentuk BPBD di daerah itu.
“Karena itu DPR mendorong penambahan APBN untuk BNPB, termasuk meminta Pemda memperbesar alokasi APBD untuk BPBD”, ucap Maman di hadapan Wakil Bupati Subang, Hj. Imas dan Jajarannya.
Anggota Komisi VIII itu juga menyoroti Priortas Penanganan Perempuan dan anak terutama physikologi mereka.
“Kita sering fokus hanya pada rehabilitasi fisik. Tetapi terapi kesehatan fhysikologis terabaikan. Akibatnya traumatik akut akibat bencana dialami para ibu dan anak-anak dalam waktu yang panjang,” ujarnya.
Pihaknya menyerahkan bantuan kepada korban bencana berupa makanan dan selimut.
“Sebagai Kapoksi Fraksi PKB komisi 8 DPR RI kami menyerahkan Bantuan dari BNPB berupa selimut 40 lembar, 120 paket tambahan gizi, lauk pauk 60 paket, makan siap saji 20 paket dan air mineral 120 botol.
Selain itu, Anggota DPR asal Dapil IX Jabar (Subang, Majalengka, Sumedang) yang Juga Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini menggagas terbentuknya Santri Tanggap Bencana sebagai upaya antisipasi atau preventif sebelum bencana terjadi.
“PKB menekankan pentingnya verifikasi data titik-titik rawan bencana yang perlu diawasi secara intensif, melatih santri di daerah itu agar mereka tanggap bencana dan melakukan sosialisasi yang intensif. cara pandang kita terhadap bencana harus mulai diubah. Jangan hanya reaktif, tapi harus preventif dan antisipatif. Karena itu, partisipasi aktif Pesantren sangat diperlukan”, tegas Maman.
Koordinator Santri Tanggap bencana Subang, Rudi Kamaluddin menjelaskan bahwa Santri tanggap bencana Subang telah terbentuk dan membuat Posko di Lokasi
“Kami sudah membuat posko di lokasi bencana dan menyerahkan bantuan berupa susu bayi, air mineral, handuk, alat-alat mandi, obat obatan dan sembako,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s