Pengembangan Pelabuhan Dikabarkan Batal, Wali Kota Cirebon Risau

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis.

(Suara Gratia)Cirebon – Kabar dibatalkannya pengembangan Pelabuhan Cirebon, membuat risau Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis. Pengembangan pelabuhan batal dikembangkann karena bongkar muat batu bara dicoret dari Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Padahal, Nasrudin Azis sebagai kepala daerah sangat mendambakan Kota Cirebon menjadi daerah yang maju dan berkembang.
“Pertumbuhan ekonomi yang maju tentu akan mempercepat tingkat kesejahteraan warga. Sebagai kepala daerah, saya ingin warga sejahtera,” katanya, Kamis 26/5. Azis mengakui, mendengar kabar soal batalnya pengembangan pelabuhan, karena aktivitas bongkar muat batu bara dicoret dari RIP. Padahal, pencoretan aktivitas bongkar muat batu bara dalam RIP oleh Pemkot Cirebon, baru kajian sementara.
“Pencoretan bongkar muat batu bara dalam RIP merupakan hasil kajian sementara. Keputusan ini belum final,” pungkasnya.
Ia mengatakan, dua pilihan antara ditutup atau dibuka kembali bongkar muat batu bara, merupakan opsi yang sama kuat.
“Kita punya dua pilihan yang sama kuat,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar pertemuan akbar yang akan mendatangkan pihak yang pro dan kontra terhadap penutupan bongkar muat batu bara.
Di sisi lain, kepada warga Kota Cirebon, terutama pihak yang kontra, Azis minta bisa memahami dan lebih bijak menyikapi kebutuhan perkembangan kota.
“RIP itu kan harus jangka panjang, oleh karena itu kami akan mendengarkan dulu pertimbangan dari berbagai pihak, jangan sampai tiba-tiba berubah lagi,” katanya.
Sebelumnya, Asisten General Manajer Pengendalian Kinerja dan PFSO PT Pelindo II Cirebon, Iman Wahyu, mengungkapkan, jika aktivitas bongkar muat batu bara dicoret dari RIP pihaknya tidak akan merevitalisasi pelabuhan.
“Lebih baik rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon dibatalkan saja,” katanya.
Menurutnya pendapatan PT Pelindo II Cirebon dari batu bara mencapai 80 persen dari total pendapatan.
Ia menambahkan, sebenarnya dalam RIP yang diajukan, PT Pelindo bakal memindahkan aktivitas bongkar muat batu bara sampai hampir 1 km dari bibir pantai.
“Upaya itu untuk meminimalisir debu batu bara karena lokasinya sangat jauh dari pemukiman penduduk,” tukasnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s