Tingkatkan Investor Pasar Modal, OJK Cirebon Gandeng Mahasiswa

Kepala BEI Bandung Hari Mulyono (kanan) dan Kepala OJK Cirebon Muhamad Lutfi (kiri) saat menggelar konfrensi pers Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2016.

Kepala BEI Bandung Hari Mulyono (kanan) dan Kepala OJK Cirebon Muhamad Lutfi (kiri) saat menggelar konfrensi pers Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2016.

(Suara Gratia)Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengajak kalangan mahasiswa dari Universitas Swadaya Gunung Jati dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk lebih mengenal pasar modal. Hal ini dikemas dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2016, dari 31 Mei sampai 1 Juni 2016 di Cirebon.
Kepala OJK Cirebon Muhamad Lutfi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini salah satunya adalah untuk mengajak kaum mahasiswa agar memahami investasi di bidang pasar modal dan reksadana.

“Kami punya program yang memudahkan siapa saja termasuk kalangan mahasiswa untuk menginvestasikan dana yang dimilikinya di pasar modal,” katanya, Senin 30/5.
Menurutnya, untuk memiliki saham dan berinvestasi di bursa efek tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki modal besar saja, saat ini dengan modal hanya Rp 100 ribu pun bisa berinvestasi di pasa modal.
“Minimal Rp 100 ribu bisa berinvestasi di pasar modal, sebelumnya investor harus memiliki dana sebesar Rp 5 juta,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bandung Hari Mulyono mengatakan, berinvestasi di pasar modal sangat mudah yang penting memahami konsep investasi dan kerja keras.
“Untuk memulai investasti di pasar modal kita harus memahami konsep bahwa tabungan, deposito , dan investasi itu bagian dari pengeluaran bukan sisa pengeluaran,” imbuhnya.
Hari menjelaskan, saat ini tercatat baru sebanyak 486.000 investor yang tercatat di BEI, dari jumlah itug investor asing sebanyak 10.617. Hal ini menunjukkan, bahwa peluang investasi di bursa efek masih terbuka lebar dan modal investasinya pun tergolong kecil.
“Mumpung investor belum banyak, masyarakat dari sekarang mulai berinvestasi. Karena, kalau investor sudah makin banyak dan mulai makin mengerti ternyata saham itu punya manfaat yang luar biasa, maka akan banyak orang yang berbondong-bondong berinvestasi di pasar modal. Sehingga harga saham akan semakin tinggi, tentu ini akan menyulitkan bagi masyarakat yang memiliki modal kecil,” terangnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s