Jelang Ramadhan TPID Kota Cirebon Kendalikan Harga Kepokmas

Rapat TPID Kota Cirebon, di Kantor Disperindag Kop UMKM Kota Cirebon.

Rapat TPID Kota Cirebon, di Kantor Disperindag Kop UMKM Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terjadi pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon akan mengontrol dan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas). Strategi pengendalian harga ini dikordinasikan melalui pertemuan yang menghadirkan instansi terkait diantaranya adalah Polres Cirebon Kota Cirebon, Bulog Sub Divre Cirebon,  serta dari beberapa Asosiasi seperti Persatuan Pedagang Indonesia (PPI) dan Hiswana Migas.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi UMKM (Disperindag Kop UMKM) Kota Cirebon Agus Mulyadi, harga-harga komoditas menjelang Idul Fitri 1437 H diperkirakan akan mengalami kenaikan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh instansi terkait dapat mendukung upaya bersama dalam mengendalikan harga komoditas pangan terutama Kepokmas.

“Menjelang Idul Fitri 2016 diperkirakan harga pangan akan mengalami kenaikan. Saya minta kita bekerja sama untuk mengendalikannya,” katanya, Selasa 31/5.

Untuk menekan kenaikan harga pangan dan mengontrol harga Kepokmas, pihaknya memiliki sejumlah strategi diantaranya adalah inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar-pasar tradisional dan dan pasar modern serta mengadakan pasar murah.

“Beberapa kegiatan pengendalian harga telah disiapkan,” tuturnya.

Kegiatan sidak pasar akan dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan sidak dari Dinas Kesehatan terhadap makanan yang kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi. Selain itu, pihaknya meminta kepada masing-masing dinas yang terkait Kepokmas menginformasikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

“Masing-masing dinas mohon menginformasikan ketersediaan Kepokmas. Agar kebutuhan masyarakat di Kota Cirebon tercukupi dan bahkan pendatang yang akan mengunjungi Kota Cirebon,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak distributor menyatakan bahwa mereka akan menyediakan stok yang memadai dan harga yang terjangkau sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok pangan selama Ramadhan.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Rawindra Ardiansah menambahkan, bahwa dukungan dari kecamatan sebagai koordinator bazar dan operasi pasar murah sangat diperlukan. Melalui pemilihan wilayah atau lokasi kegiatan yang dekat dengan masyarakat, sehingga dapat memenuhi sasaran.

“Untuk lokasi pasar murah jangan terlalu jauh dari masyarakat yang diberi kupon, artinya masyarakat jangan terbebani biaya transportasi menuju ke bazar tersebut,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s