Polres Cirebon Tangkap Dukun Cabul dan Ayah Tiri

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Sugeng Hariyanto (tengah) saat gelar perkara kasus pencabulan yang pelakunya seorang dukun dan ayah tiri.

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Sugeng Hariyanto (tengah) saat gelar perkara kasus pencabulan yang pelakunya seorang dukun dan ayah tiri.

(Suara Gratia)Cirebon -Jajaran Polres Cirebon Kabupaten berhasil menangkap dua orang pelaku pencabulan dengan modus yang berbeda. Tersangka SF (65 tahun) warga Gintung Kidul Kabupaten Cirebon melakukan pencabulan terhadap MKT (16 tahun) dengan modus dapat menyembuhkan penyakit, sedangkan AH (48 tahun) warga Kabupaten Cirebon mencabuli DAL (15 tahun) yang masih anak tirinya sendiri.

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Sugeng Hariyanto mengatakan, AH merupakan ayah tiri dari DAL dilaporkan istrinya sendiri ketika mengetahui sang anak mengeluhkan sakit di bagian organ reproduksinya, sedangkan SF diamankan petugas setelah melakukan tindakan pencabulan dengan modus perdukunan yang dapat menyembuhkan penyakit.

“Ibu korban menaruh curiga kepada suaminya karena hampir setiap malam pelaku minta izin tidurnya pindah ke kamar anak tirinya,” katanya, Jumat 10/6.

Sugeng menjelaskan, AH melakukan hubungan intim  sebanyak tiga kali sejak tahun 2014 saat korban masih kelas 6 SD hingga tahun 2016, sedangkan MKT minta bantuan pengobatan kepada SF yang mengaku bisa menyembuhkan penyakit guna-guna atau santet, kemudian S mengajak berhubungan intim korban sebanyak tiga kali.

“Ayah tiri ini memanfaatkan kondisi istrinya yang matanya sudah rabun, dia mengaku sudah berhubungan intim dengan korban sebanyak tiga kali selama kurang lebih dua tahun. Tapi kita masih dalami lagi karena kemungkinan besar bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di Kabupaten Cirebon meningkat sebanyak lebih dari 50 persen. Karena tahun 2015 lalu tercatat sebanyak 44 kasus, sedangkan tahun 2016  sampai dengan tanggal 10 Juni saja sudah ada 24 kasus.

“Kasus kekerasan terhadap anak meningkat daei tahun sebelumnya. Bulan Juni saja audah 24 kasus,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s