Proyek Reklamasi di Pelabuhan Cirebon Disegel

Segel Kementerian Lingkungan Hidup di proyek reklamasi galangan kapal di Pelabuhan Cirebon.

Segel Kementerian Lingkungan Hidup di proyek reklamasi galangan kapal di Pelabuhan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Proyek reklamasi dok (galangan kapal) di Pelabuhan Cirebon milik PT Gamatara Trans Ocean Shipyard, kini telah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penyegelan dilakukan, setelah Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, dan Dirjen Penegakkan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melakukan inspeksi mendadak ke proyek tersebut. Pasalnya, dari hasil sidak itu diduga kuat reklamasi yang dilakukan PT Gamatara Trans Ocean Shipyard menabrak sejumlah aturan, yakni luas areal yang direklamasi melebihi ijin, tidak ada Desain Engineering Detail (DED), dan tidak ada ijin lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Herman Khaeron menyatakan, proyek reklamasi dok itu telah disegel sejak sattu minggu lalu, dan pihaknya pun menempatkan tim pengawas di sana.

“Lokasi yang off side sudah kami segel dan ada akses jalan yang semestinya tidak ada jalan juga sudah disegel. Jadi ada dua segel di sana,” katanya, ditemui usai menghadiri Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaaan di Cirebon, Senin 13/6 malam.

Ia mengungkapkan, ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dimiliki PT Gamatara Trans Ocean Shipyard yang ada saat ini merupakan ijin amdal yang terintegrasi dengan Pelabuhan Cirebon. Namun, amdal reklamasi galangan kapalnya tidak ada.

“Tetapi kan harus ada rencana kerja tindak lanjut dari reklamasi masing-masing blok itu yang harus dikaji, apakah berdampak terhadap lingkungan atau tidak, berdampak terhadap pendapatan masyarakat atau tidak. Itu yang harus dilakukan,” ujarnya.

Setelah penyegelan, pihaknya akan melakukan tindakan selanjutnya yakni melalui tim penyidik akan disusun mengenai jenis pelanggaran dan sanksi yang akan diberikan.

“Sedang disusun oleh tim, jenis pelanggaran dan sanksi yang akan dikenakan terhadap pelanggar,” imbuhnya.

Menurutnya, akibat reklamasi yang tidak memperhatikan dampak lingkungan akan berpotensi terjadinya banjir rob di kampung pesisir, karena pengurugan yang dilakukan akan menyebabkan naiknya air laut, arus pun berbelok mengarah ke pemukiman yang ada di sekitarnya.

“Air laut akan naik karena arusnya akan bertabrakan dan berbelok ke pemukiman akibat tertahan material urugan,” katanya.

Ia sendiri mendukung pembangunan, selama itu sesuai dengan aturan dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Reklamasi ini harusnya tidak merugikan dan berdampak baik terhadap lingkungan dan masyarakatnya,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s