Bank Indonesia Cirebon Layani Penukaran Uang di Rest Area

“Pemudik memanfaatkan layanan penukaran uang Rupiah di rest area KM 166 tol Cipali.

Pemudik memanfaatkan layanan penukaran uang Rupiah di rest area KM 166 tol Cipali.

(Suara Gratia)Cirebon – Untuk melayani masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan Rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon membuka layanan penukaran uang di rest area KM 166 arah Jakarta – Cirebon tol Cipali. Layanan yang menyasar pemudik di dalam tol ini dibuka selama dua hari yakni Rabu 29/06/2016 dan Kamis 30/06/2016 dari pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan, Bank Indonesia menyiapkan uang sebanyak Rp 500 juta untuk melayani penukaran uang pecahan di rest area KM 166 tol Cipali.

“Bagi pemudik yang melintasi tol Cipali dapat menukarkan uang pecahan Rupiah yakni pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000,” katanya, Rabu 29/06/2016.

Selain untuk melayani pemudik yang melintas di jalan tol layanan penukaran uang ini juga untuk menghindari penukaran uang ilegal di luar layanan perbankan.

“Kami tidak rekomendasikan masyarakat menukarkan uang di luar perbankan. Kami bekerjasama dengan perbankan dan BPR yang ada di wilayah III Cirebon (Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu) untuk melayani penukaran uang Rupiah,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, jika animo masyarakat tinggi tidak menutup kemungkinan layanan penukaran uang ini akan diperpanjang.

“Kita lihat animo masyarakat, kalau memungkinkan kita akan tambah di hari Jumat dan Sabtu,” tutunrya.

Sementara, salah satu pemudik yang memanfaatkan layanan penukaran uang ini Indah (54 Tahun) mengaku, sangat terbantu dengan penukaran uang di rest area ini. Karena, ketika hendak mudik ia sendiri tidak sempat menuarkan uang di kota asalnya.

“Akhirnya bisa nukar uang juga. Saya sudah coba minta tolong saudara di Jakarta tapi Banknya sudah tutup,” katanya.

Ia pun akan mempergunakan uang pecahan itu untuk bagi-bagi rejeki di kampung halamannya yakni Temanggung Jawa Tengah.

“Buat sawer, karena keponakan saya banyak,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s