Menjelang Ramadan DPR Kritisi Pembagian Zakat        

Anggota DPR RI Komisi VIII

Anggota DPR RI Komisi VIII KH Maman Imanulhaq.

(Suara Gratia)Cirebon – Bulan Suci Ramadan tidak hanya menjadi momen untuk mensucikan diri, tetapi bulan yang penuh hikmah ini hendaknya dijadikan momen untuk evaluasi bagi lembaga penyalur Zakat. Hal ini ditegaskan Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Imanulhaq, pasalnya pembagian zakat di Indonesia kerap tidak tepat sasaran dan pengelolaannya pun memiliki sejumlah kelemahan, salah satunya adalah mengenai ferifikasi data penerima.Maman menyatakan, potensi zakat di Indonesia sangat besar yakni sekitar Rp 120 triliun, penyalurannya kerap tidak tepat sasaran, karena banyak yang berhak menerima justru tidak menerima sedangkan orang yang kemampuan ekonominya mencukupi malah menerima.
“Ramadan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi lembaga penyalur zakat. Potensi zakat sangat besar, dari jumlah itu tahun ini saja yang tersalurkan hanya 5 persen,” katanya, ditemui usai Dzkir bersama di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat 01/07/2016.
Menurutnya, belum tereksplorasinya zakat dengan baik disebabkan oleh lemahnya manajemen, transparansi dan akuntabilitas kurang baik, serta distribusi yang tidak lancar. Ia pun menyarankan, orang yang mengelola zakat harus yang mengerti hukum fiqih, profesional, dan menguasai ilmu ekonomi.
“Lemahnya manajemen lembaga penyalur zakat akan menyebabkan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga itu sendiri. Apakah zakat itu sampai atau tidak? Termasuk cara penggunaannya,” ujarnya.
Pihaknya pun tidak mengetahui berapa jumlah penerima zakat dari tahun lalu hingga sekarang, karena tidak adanya data yang akurat.
“Kalau ditanya berapa jumlah penerima zakat, kita tidak bisa jawab karena validasi datanya tidak ada,” katanya.
Selain itu, pihaknya mengkritisi pembagian zakat masal yang menyebabkan antrian panjang dan menyebabkan kisruh. Menurutnya, penyaluran zakat yang efektif adalah dengan cara diantar langsung ke penerima dari pintu ke pintu.
“Kami prihatin melihat masyarakat panas-panasan antri berdesak-desakan hanya untuk menerima zakat. Kenapa ini bisa terjadi? Karena tidak ada data yang pasti mengenai jumlah penerima zakat dan lembaga penyalur zakat tidak punya mekanisme pembagian zakat yang baik,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s