Ini Kata Dandim 0614/Kota Cirebon Terkait WNA yang Main Pokemon Go di Area Instalasi Militer

Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, menunjukkan poto identitas WNA yang diamankan karena bermain Pokemon Go di area instalasi militer.

Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, menunjukkan poto identitas WNA yang diamankan karena bermain Pokemon Go di area instalasi militer.

(Suara Gratia)Cirebon – Insiden masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke area instalasi militer. Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, menegaskan, siapapun tanpa izin tidak boleh melakukan aktifitas di sekitar atau di dalam objek vital negara terlebih area militer. Sebelumnya, RP (27 Tahun) pria warga negara Perancis diamankan petugas saat bermain Pokemon Go di depan pintu utama Kesatrian Kodim 0614/Kota Cirebon, Senin (18/07/2016) malam lalu, terlebih ia berusaha masuk dengan membuka pintu secara diam-diam.“Siapapun, jangankan orang asing warga kita sendiri pun demikian. Karena kita punya aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan bahwa mereka tidak boleh mendekati instalasi militer,” kata Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, Selasa 19/07/2016.
Pihaknya, merasa curiga melihat keberadaan WNA itu sekitar pukul 23.00 WIB di depan Makodim dengan pakaian olah raga sambil memegang smartphone dan tangannya diam-diam berusaha membuka gerbang.
“Petugas piket lihat dari jauh orang itu gerak-geriknya mencurigakan. Ketika kita dekati dan ditanya dia malah lari akhirnya kita kejar dan berhasil kita tangkap. Ternyata di hanphonenya dia lagi main Pokemon Go,” ujarnya. Setelah dimintai keterangan, WNA tersebut diserahkan ke Polres Cirebon Kota.
Ia melanjutkan, aktifitas WNA yang bermain Pokemon Go sangat mengganggu operasional anggota militer dalam bertugas. Dan tindakan penahanan tersebut, lanjutnya, sesuai dengan perintah atasan.
“Sangat mengganggu. Apalagi kita sudah dapat perintah bahwa anggota TNI tidak boleh ikut bermain Pokemon Go,” tuturnya.
Menurutnya, permainan Pokemon Go menggunakan GPS dimana penggunanya dapat merekam seluruh lokasi yang di laluinya, sehingga informasi lokasi ini sangat berbahaya jika dimiliki oleh pihak-pihak yang bermaksud buruk.
“Permainan ini kan pakai GPS menggunakan kamera yang bisa merekam situasi dimana dia berada. Nah, kalau dia berada di instalasi pemerintahan apalagi instalasi militer yang seharusnya tidak dikonsumsi untuk semua orang, apa yang terjadi? Kan begitu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih dalam penyidikan Polres Cirebon Kota.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s