Legislator, Kerap Picu Konflik Pengeras Suara Perlu diatur 

Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq.

Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq.

(Suara Gratia)Cirebon – Amuk massa Tanjung Balai yang dipicu oleh pengeras suara mesjid tidak boleh dianggap sepele. Karena banyak kasus serupa itu jadi pemicu gesekan sosial serius.
Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq menilai perlu ada pengaturan agar tidak ada lagi konflik muncul. Regulasi khusus yang mengatur pengeras suara perlu dikaji ulang masih relevankah dan seperti apa penerapan di lapangan.“Kegiatan keagamaan umat manapun semestinya tidak dilakukan secara berlebihan, seperti penggunaan pengeras suara yang mungkin dapat menggangu pihak lain,” katanya, Senin 01/08/2015.
Menurutnya, aturan pengeras suara sejalan dengan Instruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor KEP/D/101/1978 yang mengatur bahwa penggunaan pengeras suara ke luar supaya tidak meninggikan suara yang berakibat pada hilangnya simpati pihak lain, dan hanya berlaku untuk panggilan azan.
“Menurut instruksi Dirjen Bimas, untuk kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya seperti doa dan khutbah hanya dibolehkan menggunakan pengeras suara ke dalam,” terangnya.
Anggota Komisi VIII itu juga menegaskan, mengeraskan panggilan adzan jangan sampai hanya menimbulkan polusi suara yang justru menimbulkan antipati umat agama lain.
“Panggilan Adzan sebaiknya dilakukan oleh muadzin yang bersuara merdu dengan menggunakan pengeras suara secara tidak berlebihan,” bebernya.
Terlepas dari regulasi, ketentuan atau aturan terkait pengeras suara itu, politisi PKB asal Majalengka itu mengingatkan hal yang lebih penting menurutnya adalah pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama.
“Aturan apapun tidak akan menyelesaikan masalah, tanpa ada rasa saling memahami, menghargai dan menghormati antar pemeluk agama sebagai dasar toleransi. Itu kuncinya”, pungkas Maman.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s