46 ton Rajungan Tangkapan Nelayan Cirebon, Dirampas Perompak

Ilustrasi kapal nelayan.

Ilustrasi kapal nelayan.

(Suara Gratia)Cirebon – Nelayan di Kabhpaten Cirebon serukan Tahun 2016 sebagai tahun darurat perompakan. Karena menurut data nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, tercatat sudah lebih dari 46 ton rajungan dirampok di tengah laut.
Sekretaris Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cirebon, Abdul Rosyid mengatakan, perompakan terhadap nelayan sudah terjadi sejak tahun 1998 lalu. Tahun 2016 menjadi tahun puncak terjadinya perompakan terhadap para nelayan.

“Dari data yang berhasil kami catat, nelayan asal Kecamatan Gebang ada sekitar 64 perahu yang pernah dirampok,” katanya, Jumat 12/08/2016.
Bahkan, ia melanjutkan, selama Juni hingga Juli 1016 saja, satu perahu ada yang pernah dirampok 2 sampai 3 kali.
“Dari 64 perahu yang dirampok ada lebih dari 46 ton rajungan yang telah dirampas. Itu berdasarkan laporan dari belayan, belum lagi yang tidak melapor,” ungkapnya.
Rosyid menjelaskan, setiap melakukan aksinya para perompak menyerbu nelayan yang akan mendarat menggunakan speedbot yang kecepatannya melebihi speedboat petugas Polair.
“Nelayan bukan tidak berani melawan, mereka para perompak memiliki senjata api rakitan dan jumlah mereka jauh lebih banyak sehingga para nelayan hanya bisa pasrah hasil tangkapan mereka dirampok,” pungkasnya.
Selain merampok, komplotan yang diketahui bermarkas di wilayah Sumatra tersebut, melalukan pembelian paksa ditengah laut dengan harga yang sangat rendah.
“Hasil tangkapan nelayan satu fiber atau sekitar 80 kg rajungan dengan harga resmi di suplier Rp 37.000 per kilogram, atau sekitar Rp 2.960.000, komplotan ini hanya membayar Rp. 200 ribu per fiber. Kalau kita tahan tidak dijual, maka mereka tidak membayar sepeser pun,” tuturnya.
Upaya laporan yang dilakukan oleh para nelayan sudah seringkali dilakukan tetapi laporan mereka tidak pernah ditanggapi, padahal perompakan tersebut semakin parah.
“Sudah berbulan-bulan kejadian tetapi belum ada tindakan tegas dari Pemerintah,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s