Pariwisata Cirebon Ketinggalan 40 Tahun dari Bali dan Yogyakarta

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.

(Suara Gratia)Cirebon – Seluruh instansi terkait di Cirebon sepertinya harus bekerja keras untuk meningkatkan potenis wisata di wilayah ini. Jika tidak dilakukan secepatnya, maka Wilayah III Cirebon (Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu), dari sisi pariwisata akan tertinggal jauh dari Bali dan Yogyakarta. Bahkan lebih parah lagi, Cirebon tidak akan menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Karena, Pariwisata Bali dan Yogyakarta sudah lebih unggul 40 tahun daripada Cirebon.“Destinasi wisata di Cirebon ketinggalan hampir 40 tahun dari Yogyakarta dan Bali. Jumlah okupansi pengunjung baik dari dalam negeri maupun wisatawan asing juga masih dibawah Bali dan Yogyakarta,” kata Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, saat ditemui di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu 13/08/2016.
Namun, ia optimis potensi wisata Cirebon dapat menyusul pariwisata Bali dan Yogyakarta, karena Wilayah III Cirebon memiliki infratsruktur yang lengkap terlebih akan diopersikannya Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka.
“Kita optimis dengan infrastruktur yang lengkap, Cirebon akan bisa menyamai bahkan menyusul ketertinggalan dari Bali dan Yogyakarta. Karena kita sudah punya jalan tol, rel kereta api double track, dan Bandara Internasional Kertajari,” imbuhnya.
Ia mengakui, penyebab tertinggalnya pariwisata di Cirebon disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah, masalah kebersihan, ketertiban, kenyamanan, dan keamanan. Selain itu, peran pemerintah daerah masih rendah dalam mendongkrak nilai jual pariwisata  di Cirebon.
“Kita bisa menyusul Yogyakarta dan Bali, tetapi itu tergantung dari keseriusan pemerintah daerah, insan pariwisata, dan masyarakatnya,” katanya.
Ia pun berharap, pemerintah daerah memiliki perhatian lebih terhadap dunia pariwisata di Cirebon dengan menambah anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), karena anggaran pariwisata jumlahnya terendah dibanding sektor lainnya.
“Anggaran pariwisata di Kota Cirebon saja hanya Rp 400 juta per tahun, itu sangat kecil. Sedangkan APBD Kota Cirebon mencapai Rp 1,3 triliun. Kalau 1 persennya saja dialokasikan untuk pariwisata, saya yakin pariwisata Cirebon akan menjadi salah satu tujuan utama di Jawa Barat dan nasional,” ujarnya.
Sultan memperkirakan dalam lima tahun kedepan Cirebon dapat menyamai bahkan mengungguli Bali dan Yogyarakta, apalagi tahun 2018 mendatang akan dioperasikannya Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka.
“Bandara Kertajati akan dioperasionalkan secara penuh pada tahun 2018. Tiga tahun lagi atau tahun 2021, kita akan bisa menyusul Bali dan Yogyakarta,” terangnya.(Frans C Mokalu)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s