Kementerian ESDM Bagikan Alat Konversi Gas Kepada Nelayan di Cirebon

Dirjen ESDM IGN Wiratmaja (ke dua dari kanan). Saat memberikan bantuan konverter kit LPG di Kabupaten Cirebon.

Dirjen ESDM IGN Wiratmaja (ke dua dari kanan). Saat memberikan bantuan konverter kit LPG di Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Tahun ini nelayan di seluruh Indonesia akan dialihkan menggunakan bahan bakar gas. Karena, bahan bakar pengganti solar ini dinilai lebih murah, sehingga dapat memangkas biaya operasional nelayan. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan memfasilitasi nelayan kecil untuk beralih menggunakan bahan bakar gas tersebut.

“Kementerian ESDM akan memfasilitasi sebanyak 5 ribu nelayan dengan perahu yang menggunakan mesin dibawah 5 GT dengan alat konversi dari solar ke gas,” kata Dirjen ESDM IGN Wiratmaja, saat memberikan bantuan alat konversi gas pada nelayan di Losari Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Sabtu (08/20/2016).
Wiratmaja mengatakan, 5 ribu alat itu akan dibagikan kepada seluruh nelayan di Indonesia, namun untuk langkah awal pihaknya akan membagikannya untuk 10 Kota/Kabupaten di Jawa dan Bali.
“Alat tersebut akan dibagikan krpada nelayan di sepuluh Kota/Kabupaten di Jawa dan Bali,” ujarnya.
Menurutnya, dengan alat ini, para nelayan kecil akan lebih terbantu, karena ongkos bahan bakarnya lebih murah, sehingga dapat menekan biaya operasional.
“Di Cirebon ada sekitar 229 nelayan yang akan mendapatkan bantuan alat konversi gas,” imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, pihaknya akan terus mengusulkan anggaran untuk pengadaan alat tersebut, hingga seluruh nelayan kecil bisa mendapatkannya.
“Kita targetkan pada tahun 2019 nanti, semuanya sudah beralih menggunakan gas,” kata Wiratmaja.
Salah satu nelayan yang sudah menggunakan alat konversi, Mulyanto, mengaku sempat ragu menggunakan alat yang baru dikenakan pada perahunya, namun setelah digunakan ia pun akan beralih ke bahan bakar gas, karena lebih praktis dan murah.
“Pakainya gampang. Jadi lebih irit, uang lebihnya bisa digunakan buat kebutuhan yang lainnya,” katanya.
Jika dibandingkan dengan bahan bakar sebelumnya yakni solar, bisa menghemat biaya operasional hingga 70 persen.
“Waktu masih pakai solar saya bisa menghabiskan uang sekitar Rp 100rb satu hari. Sekarang, setelah pakai gas saya hanya mengeluarkan uang Rp 30 ribu untuk tiga hari. Karena hanya butuh dua tabung gas saja,” terangnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s