Cegah Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar, BNN Tes Urine di SMAN 2 Kota Cirebon

Pelajar SMAN 2 Kota Cirebon jalani tes urine.

Pelajar SMAN 2 Kota Cirebon jalani tes urine.

(Suara Gratia)Cirebon – Sekitar 1.200 pelajar di SMAN 2 Kota Cirebon jalani tes urine. Jika dari hasil tes urine dinyatakan positif mengandung zat adiktif, pelajar yang ada di sekolah itu tidak akan dikeluarkan. Tetapi, akan diberikan pembinaan.
Tes urine dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon. Selain pelajar, tenaga pengajar, satpam, dan penjaga sekolah tidak luput dari pemeriksaan tersebut.

Kepala SMAN 2 Kota Cirebon Totong Muslihat Nanggadisastra mengatakan, pelajar yang tes urinenya dinyatakan positif menggunakan narkoba tidak akan dikeluarkan dari sekolah.
“Kalau ada, kami bina supaya ketika keluar sekolah, dia bersih tubuhnya dari narkoba,” jelasnya, Selasa 23/08/2016.
Selama dirinya menjabat sebagai Kepala Sekolah, hingga saat ini tidak ada pelajar SMAN 2 Kota Cirebon yang menjadi pecandu dan penyalahguna narkoba.
“Belum terbukti ada pelajar SMAN 2 yang terlibat narkoba,” imbuhnya.
Untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungn sekolah, pihaknya akan melakukan pembinaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan pedoman operasional standar yang dikeluarkan BNN.
“Bila memang ada, kita akan merangkul orang tua pelajar yang terlibat narkoba dan melakukan pendekatan persuasif. Dan hal ini akan dilakukan secara tertutup dengan dasar hasil penelitian BNN melalui pengujian urin di laboratorium,” terangnya.
Tes urine dilakukan pihak sekolah sebagai pembuktian tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan SMAN 2 Kota Cirebon.
Kepala BNN Kota Cirebon, Yayat Sosyana menyatakan, peredaran narkotika kian marak dan terus menyasar golongan rentan.
“Pelajar adan mahasiswa merupakan golongan rentan penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Pihaknya berjanji akan terus memerangi narkoba, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komite SMAN 2 Kota Cirebon, Priatmo Adji menyebut, berdasar catatan kepolisian, Kota Cirebon berulang kali menjadi target peredaran narkoba.
“Di Kota Cirebon pernah ditemukan narkoba dalam jumlah besar, antara lain sabu-sabu 46 kilogram ganja, dan lainnya. Fenomena ini tentu mengkhawatirkan, terutama bagi dunia pendidikan, dan harus ditangani dengan seruis,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s