Kredit Masyarakat di Bank Dilunasi BI adalah Modus Penipuan

Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram (kiri) dan Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Cirebon Rawindra Ardiansah (kanan), saat memberikan keterangan kepada media terkait penipuan pelunasan utang.

Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram (kiri) dan Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Cirebon Rawindra Ardiansah (kanan), saat memberikan keterangan kepada media terkait penipuan pelunasan utang.

(Suara Gratia)Cirebon – Bank Indonesia (BI) menyatakan dengan tegas bahwa orang-orang atau lembaga yang mengaku memiliki Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dapat melunasi utang di Bank adalah tipuan. Pasalnya, di Cirebon sejak dua bulan lalu ada perusahaan atau lembaga yang menjanjikan melunasi kredit dengan jaminan SBI/surat berharga lainnya yang dikeluarkan oleh BI. Namun, agar utangnya dapat dilunasi perusahaan/lembaga tersebut meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan, pihaknya mendapat laporan ada sebuah perusahaan/lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan untuk tidak membayar utang-utang ke Bank karena utang tersebut sudah dilunasi melalui pembayaran non tunai kepada BI.
“Hal ini tidak benar merupakan tindakan penipuan dan penyalahgunaan nama BI oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya, Kamis 01/09/2016.
Majid meminta, kepada masyarakat yang memiliki utang atau kredit di Bank yang belum lunas tidak mempercayai klaim perusahaan atau lembaga tertentu bahwa utang mereka sudah dilunasi BI.
“Bank pun merasa kesulitan karena nasabah mengaku utangnya sudah dilunasi. Jadi, kami minta kepada masyarakat agar lebih jeli melihat hal tersebut,” katanya.
Ia mengaku, di Cirebon modus penipuan ini muncul sejak dua bulan lalu setelah pihaknya menerima laporan dari bank dan masyarakat.
“Sejak dua bulan lalu. Modus ini tidak terdeteksi kalu tidak ada laporan dari masyarakat,” tuturnya.
Selain memberikan sosialisasi, jika masyarakat mendapat isu terkait hal ini ia meminta untuk melaporkannya ke Departemen Komunikasi BI dengan menghubungi nomor telepon (021) 131.
“Untuk menghindari resiko atas hal-hal yang tidak diingjnkan konfirmasikan dulu pada kami,” terangnya.
Sementara, Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Cirebon Rawindra Ardiansah menjelaskan, SBI dalam bentuk surat atau fisik yang diklaim pihak tertentu dan dikeluarkan oleh BI bisa dipastikan palsu.
“SBI itu memang instrumen moneter yang dimiliki BI tapi tidak dalam bentuk fisik atau paperless. Karena tercatat dalam sistem Bank Indonesia,” terangnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s