Sempat Dikira Korban Tabrak Lari, Pemuda Tewas Dikeroyok Berandalan Bermotor

Kapolres Cirebon Kota AKBP Indra Jafar (tengah) saat memberikan ketetangan kepada media.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Indra Jafar (tengah) saat memberikan ketetangan kepada media.

(Suara Gratia)Cirebon – Dua pemuda yang meninggal di sekitar Flyover Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, sempat dikira korban tabrak lari. Ternyata, keduanya adalah korban kebrutalan berandalan bermotor. Korban ditemukan pada Sabtu 27/08/2016 lalu pukul 22.00 WIB atas nama Rizky (16 tahun) dan Vina (16 tahun) warga Kecamatan Lemhahwungkuk Kota Cirebon.
Kecurigaan petugas terbukti setelah mendapat informasi dari teman-tamnya bahwa korban meninggal akibat dianiaya dan diperkosa. 

“Korban Rizky meninggal akibat dianiaya dan diduga kuat korban Vina meninggal akibat diperkosa lalu dianiaya,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Indra Jafar, Jumat 02/09/2016 malam.
Dalam proses pemakaman petugas menaruh curiga karena di tubuh korban ada luka yang janggal dan diperkuat oleh keterangan temannya bahwa korban dianiaya.
“Awalnya dikira korban kecelakaan. Petugas menemukan kejanggalan sebelum dimakamkan ada luka yang mencurigakan,” imbuhnya.
Menurut informasi, saat itu kedua korban berboncengan bersama beberapa temannya mengendarai sepeda motor melintas di Jl. Kali Tanjung. Kemudian sekelompok orang ada yang melempar batu, lalu korban dan teman-temannya melarikan diri namun dikejar oleh para pelaku. Kemudian dipepet dan dipukul pakai bambu hingga jatuh di sekitar Flyover, sementara teman-temannya berhasil melarikan diri.
“Di tempat gelap, korban dikeroyok dan dianiaya sedangkan teman perempuannya diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku hingga kedua korban meninggal dunia. Setelah korban meninggal, lalu para pelaku membawa korban dan di buang ke jembatan Flyover untuk mengelabui seakan-akan korban merupakan korban kecelakaan lalu lintas,” terangnya.
Setelah empat hari, petugas berhasil menangkap 8 orang pelaku di sekitar tempat kejadian.
“Kita lakukan penyidikan. Pelaku berjumlah 11 orang, 8 tertangkap 3 orang masih dalam pencarian,” katanya.
Sementara ini, petugas belum bisa mengungkap motif pelaku membunuh kedua korban, karena kasus ini masih dalam proses pendalaman.
“Bagaimana mereka ketemu apakah mereka juga saling kenal. Ini masih kita dalami karena ini masih terlalu dini,” ujarnya.
Dari para pelaku petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa batu, kayu, bambu, dan samurai. Para tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 338 mengenai pembunuhan berencana, pasal 170, 351, dan 285 KUHP dan Undang Undang perlindungan anak.
“Ancaman minimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s