PKB inisiasi RUU Pendidikan Madrasah dan Pesantren

Anggota DPR RI FPKB KH. Maman Imanulhaq.

Anggota DPR RI FPKB KH. Maman Imanulhaq.

(Suara Gratia)Cirebon – Pendidikan Madrasah merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Namun, hingga kini keberadaannya masih terabaikan oleh pemerintah.
Padahal madrasah dan pesantren telah banyak melahirkan tokoh besar bangsa ini. Bahkan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan.

Menurut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) KH. Maman Imanulhaq, dari segi pengelolaan pun, madrasah dan pesantren bersifat swadaya. Hampir 94% pendidikan madrasah dan pesantren dikelola oleh masyarakat.“Negara sebenarnya terbantu dan mestinya berterimakasih karena upaya mencerdaskan kehidupan bangsa diambil alih oleh masyarakat dengan bantuan negara yang minim”, paparnya, Rabu 05/10/2016..
Untuk memperkuat kondisi madrasah dan pesantren yang tertinggal, Maman mendesak Pemerintah tidak terus berdiam diri.
“Apalagi kondisi Pendidikan Madrasah dan Pesantren sebagian besar masih memprihatinkan. Tidak hidup, tapi juga tidak mati baik dari segi guru, bangunan, infrastruktur, dan sebagainya,” katanya.
Ia pun mencontohkan, honor guru Madrasah itu jauh dari standar UMR atau UMK. Bahkan masih banyak yang dihonor dibawah 300 ribu sebulan.
“Para guru ngaji dan Kyai di Pesantren-Pesantren Salafiyah, meski tidak digaji sama sekali tetap ikhlas dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat”, ungkapnya.
Untuk mengangkat kualitas Madrasah dan Pesantren, maka ia menilai, perlu adanya payung hukum yang jelas dan langkah kongkrit untuk mengatur alokasi anggaran khusus bagi Pendidikan Madrasah dan Pesantren.
“Sebagai bentuk langkah kongkrit dalam memperjuangkan Madrasah dan Pesantren, Fraksi PKB telah menyerahkan secara resmi Draf Naskah Akademik RUU Pendidikan Madrasah dan Pesantren kepada Baleg DPR RI sebagai inisiasi anggota yang akan didaftarkan untuk masuk prioritas Prolegnas Tahun 2017,” ujarnya.
F-PKB sendiri, akan terus memperjuangkan anggaran madrasah dan pesantren, kendati pemerintah saat ini terus melakukan pemotongan anggaran.
“Jangan sampai madrasah dan pesantren dibiarkan punah dan habis dari negeri ini. Semua elemen masyarakat harus merapatkan barisan mengembalikan kejayaan madrasah dan pesantren di bumi pertiwi”, pungkas Maman.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s